Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Cara Pengendalian Gulma Rumput Teki: Menekan Umbi di Bawah Tanah

Cara menekan rumput teki Cyperus rotundus yang sulit dikendalikan: bongkar rantai umbi dorman, herbisida sistemik glifosat, dan mulsa rapat.

Oleh Arif PrabowoTerbit 4 menit bacapadi
Ilustrasi padi: Cara Pengendalian Gulma Rumput Teki: Menekan Umbi di Bawah Tanah
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.
Catatan Lapangan

Inti Sari Pembahasan (Key Takeaways)

  1. Rumput teki (Cyperus rotundus) dinobatkan sebagai gulma terburuk di dunia karena perbanyakannya melalui rantai umbi bawah tanah yang dorman.
  2. Mencangkul atau menyiangi bagian daun atas justru memicu tunas umbi di bawah tanah membelah dan tumbuh semakin lebat berlipat ganda.
  3. Pembasmian mutlak membutuhkan kombinasi herbisida translokasi sistemik, penjemuran tanah olah kering, dan penutupan mulsa hitam tebal.

Bagi petani hortikultura, perkebunan, maupun pengelola lapangan rumput, tidak ada gulma yang lebih menjengkelkan daripada Rumput Teki (Cyperus rotundus).

Sering kali petani merasa sudah membersihkan kebunnya hingga bersih mengkilap setelah seharian mencangkul dan mencabuti rumput teki. Namun hanya dalam waktu 3 hingga 5 hari kemudian, pucuk-pucuk daun hijau berbentuk pita kaku kembali menyembul lebat menembus tanah, bahkan sanggup menusuk dan melubangi lembaran mulsa plastik yang tebal.

Mengapa rumput teki begitu mustahil dibasmi dengan penyiangan biasa? Karena senjata rahasia rumput teki berada tersembunyi jauh di bawah permukaan tanah: Jaringan Rantai Umbi Dorman (Tubers Network).

1. Rahasia Ketahanan Ekstrem Rumput Teki

Organisasi biologis rumput teki dirancang sangat tangguh menghadapi kepunahan:

  1. Rantai Umbi Bawah Tanah Bertingkat: Di bawah tanah sedalam 10 hingga 40 cm, sebatang rumput teki terhubung dengan puluhan butir umbi bulat keras beraroma wangi getah tajam melalui jalinan kawat stolon tipis. Satu rumpun teki sanggup memproduksi lebih dari 600 butir umbi baru dalam kurun waktu satu tahun.
  2. Dormansi Apikal (Apical Dominance): Selama daun bagian atas masih hidup, umbi cadangan di bawahnya akan tidur pulas (dorman). Namun begitu daun atas dicabut, dicangkul, atau dibakar herbisida kontak, sinyal dormansi terlepas seketika. Akibatnya, 5 hingga 10 mata tunas umbi di bawah tanah terpicu bangun serempak, membuat rumput teki tumbuh jauh lebih rimbun dibanding sebelum dicabut!
  3. Senyawa Alelopati Beracun: Akar dan umbi rumput teki mengekskresikan senyawa kimia beracun (alelopati) ke dalam pori tanah rizosfer yang menghambat perkecambahan dan kerdilnya perakaran tanaman cabai atau jagung di sekitarnya.

2. Kesalahan Fatal Petani: Mencangkul di Musim Hujan

Mencangkul atau membajak lahan yang dipenuhi rumput teki saat kondisi tanah basah lembap adalah cara tercepat menyebarkan wabah teki ke seluruh areal kebun:

  • Mata cangkul atau pisau bajak traktor akan memotong jalinan kawat stolon menjadi serpihan-serpihan kecil.
  • Setiap serpihan potongan umbi yang terpental ke petak lain akan segera bertunas menjadi rumpun baru yang mandiri.

3. Tiga Strategi Menuntaskan Rumput Teki hingga ke Akarnya

  • Strategi 1: Olah Tanah Kering dan Penjemuran Terik (Solarisasi Lahan):
    • Lakukan pembajakan tanah saat puncak musim kemarau terik di mana tanah dalam kondisi kering kerontang.
    • Balik bongkahan tanah agar umbi-umbi teki yang bersarang di kedalaman 20 cm terangkat ke permukaan tanah terbuka.
    • Biarkan bongkahan tanah terpapar sengatan sinar matahari langsung selama minimal 10 hingga 14 hari tanpa disiram air. Suhu tanah kering yang mencapai di atas 45 derajat Celsius akan menguras habis kadar air di dalam umbi hingga menciut mengkerut dan mati permanen.
  • Strategi 2: Aplikasi Herbisida Sistemik Berbahan Aktif Glifosat / Pirazosulfuron:
    • Jangan gunakan herbisida kontak (seperti parakuat) karena herbisida kontak hanya membakar daun atas tanpa mematikan umbi di bawahnya.
    • Gunakan herbisida translokasi sistemik berbahan aktif Glifosat (Glyphosate) atau herbisida selektif teki berbahan aktif Pirazosulfuron-etil / Halosulfuron-metil.
    • Semprotkan saat rumput teki sedang bertumbuh aktif (daun hijau segar setinggi 10–15 cm) dan campurkan dengan surfaktan penembus berkualitas. Zat aktif herbisida sistemik akan diserap oleh stomata daun dan dialirkan turun (translokasi basipetal) melalui tabung floem hingga meracuni dan membusukkan seluruh mata rantai umbi di bawah tanah.
  • Strategi 3: Penutupan Mulsa Hitam Tanpa Celah Cahaya:
    • Rumput teki adalah tanaman C4 murni yang mutlak membutuhkan intensitas sinar matahari penuh. Menutup bedengan menggunakan mulsa plastik hitam pekat tebal tanpa ada kebocoran lubang cahaya akan membuat tunas teki mati etiolasi kehabisan cadangan pati.

4. Tindakan Lapangan dan FAQ Pengendalian Gulma

Berapa lama waktu yang dibutuhkan herbisida sistemik untuk membusukkan umbi teki?
Herbisida sistemik bekerja secara perlahan namun mematikan. Daun rumput teki baru akan mulai menguning pada hari ke-5 hingga ke-7 pasca semprot. Jangan terburu-buru mencangkul tanah! Biarkan racun meresap sempurna hingga hari ke-14 sampai daun mengering coklat total dan umbi di dalam tanah membusuk lembek berair.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk untuk padi

Produk lain: AussieBENSU

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.