Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Induksi Pembungaan Serempak Nanas Menggunakan Etefon

Teknik merangsang pembungaan serempak nanas dengan larutan etefon: takaran konsentrasi, cara kocor ke pucuk malam hari, dan penjadwalan panen teratur.

Oleh Arif PrabowoTerbit 4 menit bacananas
Ilustrasi nanas: Induksi Pembungaan Serempak Nanas Menggunakan Etefon
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.

Dalam perkebunan nanas (Ananas comosus) komersial skala luas—seperti perkebunan Nanas Madu Subang, Nanas Pemalang, dan Nanas Queen—masalah terbesar yang dihadapi petani jika tanaman dibiarkan tumbuh alami adalah waktu pembungaan yang sangat liar dan tidak serempak. Tanpa perlakuan induksi bunga, pohon-pohon nanas dalam satu hamparan petak kebun yang sama akan berbunga secara sporadis mencicil selama berbulan-bulan. Hal ini melipatgandakan ongkos panen, menyulitkan pengaturan tenaga kerja petik, dan membuat pasokan buah ke pasar industri pengalengan atau pasar grosir menjadi terputus-putus.

Penerapan teknologi Induksi Pembungaan Buatan (Forcing / Flower Induction) Menggunakan Bahan Aktif Etefon adalah kunci sukses manajemen produksi nanas modern yang mampu memicu 95 hingga 100 persen tanaman berbunga secara serentak pada hari yang persis sama, menjamin kepastian jadwal panen raya dalam rentang waktu yang terukur presisi.

1. Fisiologi Aksi Hormon Etilen pada Titik Tumbuh Nanas

Tanaman nanas famili Bromeliaceae memiliki keunikan respon fisiologis terhadap gas etilen:

  1. Pelepasan Gas Etilen Mandiri dari Molekul Etefon: Etefon (asam 2-kloroetilfosfonat) adalah cairan zat pengatur tumbuh sintetis yang stabil pada suasana larutan asam di dalam botol kemasan. Namun, ketika larutan etefon diteteskan ke dalam corong roset daun nanas yang bersuasana netral (pH sel tanaman di atas 5,0), molekul etefon terurai melepaskan gas etilen (C2H4C_2H_4) bebas secara langsung ke sel-sel meristem pucuk.
  2. Transformasi Meristem Vegetatif Menjadi Generatif: Gas etilen yang membanjiri titik tumbuh menghentikan pembentukan primordia daun vegetatif baru seketika. Sinyal hormon ini memerintahkan sel meristem membelah membentuk kubah bunga majemuk (inflorescence) yang kelak berkembang menjadi puluhan mata buah nanas yang menyatu pada satu poros tengah.
  3. Syarat Fisik Tanaman Siap Diinduksi: Tanaman nanas tidak boleh dipaksa berbunga terlalu dini saat masih kerdil. Forcing bunga hanya boleh dilakukan jika tanaman nanas telah memiliki minimal 35 hingga 40 helai daun fungsional yang sehat dengan bobot basah tanaman minimal 1,8 hingga 2 kilogram (biasanya dicapai pada umur 8 hingga 10 bulan setelah tanam bibit mahkota/hapa). Memaksa tanaman kecil berbunga akan menghasilkan buah nanas kerdil yang tidak laku dijual.

2. Formulasi dan Resep Larutan Forcing Bunga

Kombinasi etefon dengan pupuk urea terbukti melipatgandakan penyerapan hormon ke dalam jaringan pucuk:

  • Komposisi Bahan untuk 1 Tangki Semprot (16 Liter Air):
    • 15 hingga 20 mililiter bahan aktif etefon cair konsentrasi 480 g/L.
    • 200 hingga 300 gram pupuk urea kristal larut air (konsentrasi sekitar 1,5 hingga 2 persen).
    • 16 liter air sumur bersih bersuasana netral (hindari penggunaan air asam atau air berkapur tinggi).
  • Fungsi Penambahan Urea: Ion nitrogen amonium pada urea bertindak sebagai perusak alami lapisan lilin kutikula di dasar pelepah daun nanas, memperlebar pori stomata, dan mempermudah molekul etefon meresap masuk menembus sel titik tumbuh dalam hitungan menit.

3. Waktu dan Tata Cara Aplikasi di Lapangan

Aplikasi etefon harus memperhatikan pantangan suhu udara terik matahari:

  • Wajib Dilakukan Malam Hari atau Dini Hari: Pengaplikasian etefon paling ideal dilakukan pada malam hari antara pukul 19.00 hingga 22.00, atau pagi buta sebelum fajar pukul 05.00. Bila diaplikasikan di siang hari yang panas terik, cairan etefon akan menguap menjadi gas di udara bebas sebelum sempat diserap oleh tanaman, menyebabkan kegagalan induksi bunga hingga 80 persen.
  • Teknik Kocor ke Mangkok Titik Tumbuh (Heart of Plant): Lepaskan spuyer nozzle semprot kabut dan gunakan aliran pipa lurus bertekanan rendah. Siramkan atau kocorkan larutan sebanyak 30 hingga 50 mililiter per tanaman tepat ke bagian tengah corong roset daun pucuk nanas hingga cairan menggenang di dasar mangkok daun.
  • Pengamatan Hasil (Red Heart): Dalam tempo 40 hingga 45 hari pasca aplikasi etefon, bagian tengah kuncup daun nanas akan merekah memperlihatkan tonjolan bunga muda berwarna merah muda cerah (stadium mata merah / red heart). Buah nanas madu siap dipanen serentak sekitar 120 hingga 130 hari setelah stadium bunga merah tersebut muncul.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk Agritani

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.