Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Pemanfaatan Jamur Beauveria bassiana Pengendali Wereng Padi

Panduan aplikasi jamur entomopatogen Beauveria bassiana membasmi wereng batang coklat padi sawah: infeksi kutikula, stadium mumi putih, dan waktu semprot.

Oleh Arif PrabowoTerbit 3 menit bacapadi
Ilustrasi padi: Pemanfaatan Jamur Beauveria bassiana Pengendali Wereng Padi
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.

Bagi petani padi (Oryza sativa), ledakan populasi hama wereng batang coklat (WBC / Nilaparvata lugens) adalah mimpi buruk yang mampu mengubah hamparan sawah hijau royo-royo menjadi hangus kering terbakar (hopperburn) hanya dalam hitungan hari. Penggunaan insektisida kimia sintetis berspektrum luas secara membabi buta seminggu dua kali justru sering memicu ledakan wereng yang jauh lebih dahsyat (resurgensi), karena insektisida membunuh predator alami wereng (seperti kepik mirid dan laba-laba) sementara wereng coklat menjadi kebal berlipat ganda.

Pemanfaatan jamur entomopatogen Beauveria bassiana—yang dikenal sebagai penyebab penyakit jamur putih atau white muscardine disease—menawarkan senjata bioproteksi alami yang mematikan hama wereng secara selektif dan memicu wabah kematian massal (epizootik) di antara koloni wereng tanpa merusak musuh alami lainnya.

1. Tahapan Infeksi Jamur Beauveria Menembus Zirah Serangga

Berbeda dengan bakteri racun lambung yang harus tertelan masuk bersama makanan, spora jamur Beauveria bassiana bekerja melalui kontak fisik langsung:

  1. Perlekatan Konidia: Butiran spora jamur berbentuk bulat mikroskopis (konidia) yang disemprotkan mendarat menempel di permukaan kutikula kulit keras serangga wereng.
  2. Kecambah dan Penetrasi Enzimatis: Dalam kondisi lembap, konidia berkecambah membentuk tabung kecambah dan struktur penusuk apresorium. Jamur menyekresikan enzim litik (enzim kitinase, protease, dan lipase) yang melarutkan lapisan lilin dan protein kitin kulit wereng. Tabung hifa menembus masuk ke rongga darah serangga (hemosel) dalam waktu 24 jam.
  3. Pelepasan Toksin Beauverisin: Di dalam darah serangga, jamur melepaskan racun alami beauvericin dan bassianolide yang melumpuhkan sistem kekebalan wereng dan merusak organ vitalnya. Wereng berhenti mengisap batang padi, menjadi lemas, dan mati dalam tempo 3 hingga 5 hari.
  4. Mumi Jamur Putih Salju (White Muscardine): Setelah serangga mati, hifa jamur tumbuh menembus keluar dari persendian tubuh bangkai wereng. Seluruh bangkai wereng diselimuti lapisan benang putih salju tebal yang mengeluarkan jutaan konidia baru, siap menularkan infeksi ke wereng lain yang merayap di dekatnya.

2. Formulasi dan Perbanyakan pada Media Beras Jagung

Petani dapat memperbanyak isolat murni Beauveria bassiana secara mandiri di rumah:

  • Bahan Media: Gunakan beras patah (menir) atau jagung pipil giling pecah yang telah dicuci bersih dan dikukus setengah matang selama 45 menit. Masukkan media ke dalam kantong plastik tahan panas dan sterilkan menggunakan panci dandang.
  • Inokulasi Isolat: Setelah media dingin, masukkan starter isolat murni Beauveria bassiana ke dalam kantong plastik di dekat nyala api lilin, lalu simpan di ruangan bersih bersuhu 25 hingga 28 derajat Celsius.
  • Dalam tempo 10 sampai 14 hari, seluruh butiran jagung atau beras akan diselimuti lapisan serbuk jamur berwarna putih kapur pekat tanda jutaan spora siap diaplikasikan.

3. Teknik Penyemprotan Tepat Sasaran di Sawah Padi

Spora jamur adalah makhluk hidup yang sangat sensitif terhadap sinar matahari dan angin kering:

  • Aplikasi Wajib Dilakukan Sore Hari (Pukul 15.30 hingga 18.00): Sinar ultraviolet (UV) matahari siang hari membunuh spora jamur dalam hitungan menit. Semprotkan pada sore hari yang sejuk agar spora menikmati kelembapan embun malam untuk berkecambah.
  • Arahkan Nozzle Menembak Pangkal Batang Padi: Koloni wereng batang coklat tidak hidup di atas malai, melainkan bersembunyi di sela-sela pelepah pangkal batang padi tepat 5 sampai 10 sentimeter di atas permukaan air sawah. Turunkan ujung stik sprayer dan arahkan semprotan menembus ke bagian bawah rumpun padi.
  • Dosis Semprot: Larutkan 50 gram biakan jamur media beras per tangki semprot 16 liter (saring airnya menggunakan kain kasa agar butiran beras tidak menyumbat spuyer), atau gunakan biopestisida cair kemasan dosis 3 hingga 5 mililiter per liter air. Lakukan penyemprotan preventif seminggu sekali sejak fase anakan aktif.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk untuk padi

Produk lain: AussieBENSU

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.