Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Pengendalian Penyakit Antraknosa Colletotrichum Buah Pepaya

Cara mengatasi penyakit patek antraknosa buah pepaya: penyemprotan preventif fungisida di kebun dan teknik rendaman air panas (hot water dip) pascapanen.

Oleh Arif PrabowoTerbit 4 menit bacapepaya
Ilustrasi pepaya: Pengendalian Penyakit Antraknosa Colletotrichum Buah Pepaya
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.

Pepaya varietas Calina (Pepaya California) merupakan salah satu komoditas buah hortikultura paling favorit karena rasanya yang manis, daging buahnya yang merah jingga tebal, dan permintaannya yang stabil sepanjang tahun. Namun, di musim penghujan, pekebun pepaya sering menghadapi ancaman penyakit jamur paling merusak: Penyakit Antraknosa Buah yang dipicu oleh cendawan patogen Colletotrichum gloeosporioides.

Penyakit ini memiliki karakter infeksi laten yang sangat merugikan: saat dipetik di kebun, kulit buah pepaya tampak mulus bersih tanpa cacat. Namun, setelah buah disimpan selama 2 hingga 3 hari di gudang pengumpul atau di lapak pedagang buah, mendadak muncul bulatan-bulatan bercak cokelat kecil basah yang melesak ke dalam (cekung melekuk). Dalam waktu singkat, bercak tersebut membesar membentuk lingkaran konsentris berlendir oranye merah muda, daging buah di bawah bercak membusuk pahit berair, dan buah pepaya tidak layak konsumsi.

1. Dinamika Infeksi Laten Jamur Colletotrichum

Memahami bagaimana jamur antraknosa menginfeksi buah pepaya adalah kunci merancang pengendalian yang tepat sasaran:

  1. Penetrasi Saat Buah Masih Hijau Muda: Spora jamur (konidia) mendarat di permukaan kulit buah pepaya muda melalui percikan air hujan. Spora berkecambah membentuk struktur tabung penusuk apresorium yang menembus kutikula kulit buah.
  2. Masa Dorman (Quiescence): Pada buah pepaya mentah yang masih bergetah putih kental, jamur tidak langsung merusak jaringan karena kadar senyawa antijamur alami (fitoaleksin) dan getah enzim papain di kulit buah masih sangat tinggi. Spora jamur memilih tidur dorman di bawah lapisan lilin kutikula.
  3. Penyebaran Masif Saat Pematangan Buah: Ketika buah pepaya mulai matang (saat timbul semburat kuning di alur buah), keasaman buah menurun, kadar gula meningkat, dan getah melunak. Perubahan fisiologis ini membangunkan hifa jamur yang dorman. Miselium jamur meledak mencerna sel-sel parenkim buah dengan enzim pektinolitik, menghasilkan lesi melekuk berlendir massa konidia spora baru.

2. Tindakan Preventif Agronomis di Lahan Kebun Pepaya

Mencegah ledakan spora antraknosa sebelum buah dipanen:

  • Sanitasi Pelepah Daun dan Buah Terinfeksi: Jamur antraknosa bersarang di daun-daun tua pepaya yang menguning kering menggantung di batang. Pangkas bersih seluruh daun tua kering secara teratur dan potong buah-buah afkir berpenyakit, lalu kubur jauh dari areal kebun.
  • Pengaturan Jarak Tanam dan Drainase: Gunakan jarak tanam minimal 2,5 x 2,5 meter. Jangan menanam pepaya terlalu rapat yang menciptakan iklim mikro lembap tanpa hembusan angin. Buat parit drainase bedengan sedalam minimal 40 cm agar air hujan langsung tuntas mengalir dan tidak menggenangi perakaran.
  • Penyemprotan Fungisida Protektif Berkala: Semprotkan fungisida kontak berbahan aktif Mankozeb atau Propineb dengan konsentrasi 2 gram per liter air (sekitar 30 gram per tangki 16 liter) secara merata ke seluruh permukaan buah pepaya sejak buah masih berukuran sekepalan tangan. Di puncak musim hujan, selingi dengan fungisida sistemik berbahan aktif Azoksistrobin atau Difenokonazol setiap 14 hari sekali.

3. Perlakuan Pascapanen: Metode Rendaman Air Panas (Hot Water Dip)

Untuk membunuh spora antraknosa laten yang bersembunyi di pori-pori kulit buah pepaya pascapanen:

  • Petik buah pepaya saat kematangan menginjak stadium semburat kuning 1 hingga 2 garis di kulit buah. Potong tangkai buah menyisakan 1 sentimeter menggunakan gunting pangkas bersih.
  • Cuci buah menggunakan air mengalir untuk membersihkan sisa getah pepaya yang meleleh, karena ceceran getah di kulit buah dapat membakar epidermis dan menjadi pintu masuk jamur pembusuk sekunder.
  • Lakukan perlakuan celup air panas (Hot Water Treatment / Dip): Celupkan buah pepaya ke dalam bak air panas bersuhu 48 hingga 50 derajat Celsius selama 10 hingga 20 menit. Suhu panas ini mematikan seluruh miselium spora jamur Colletotrichum di bawah kutikula buah tanpa merusak tekstur daging atau mematangkan buah secara prematur.
  • Tiriskan buah hingga kering angin sebelum dibungkus menggunakan jaring busa (fruit net) dan dimasukkan ke dalam kardus kemasan berpori ventilasi.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk Agritani

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.