Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Pengendalian Hama Walang Sangit Leptocorisa oratorius Padi

Cara mengatasi hama walang sangit pada fase masak susu bulir padi: pembuatan perangkap umpan bangkai kepiting busuk dan penyemprotan insektisida pagi hari.

Oleh Arif PrabowoTerbit 4 menit bacapadi
Ilustrasi padi: Pengendalian Hama Walang Sangit Leptocorisa oratorius Padi
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.

Ketika hamparan sawah padi (Oryza sativa) mulai memasuki fase berbunga mekar dan pengisian bulir gabah masak susu (milky stage), petani sering kali mencium aroma langu menyengat yang khas saat berjalan di pematang sawah. Bau sangit yang menusuk hidung tersebut menandakan kehadiran koloni hama Walang Sangit (Leptocorisa oratorius). Serangga ramping berkaki panjang ini memiliki stilet penusuk yang mengisap habis cairan putih susu karbohidrat di dalam bulir gabah muda yang sedang berkembang.

Bulir padi yang cairan susunya diisap oleh walang sangit akan mengalami kegagalan pengisian: bulir gabah menjadi kempes hampa tak berisi, berbobot sangat ringan, dan kulit sekam dipenuhi bercak noda cokelat kehitaman kotor. Beras yang digiling dari gabah bekas hisapan walang sangit akan rapuh mudah patah hancur menjadi menir dan berwarna kusam kecokelatan, menurunkan nilai jual gabah petani secara drastis.

1. Karakteristik Perilaku dan Fase Rentan Tanaman Padi

Walang sangit memiliki ketertarikan biologis yang sangat spesifik pada fase fisiologis padi:

  1. Fase Masak Susu Sebagai Magnet Utama: Walang sangit dewasa dan nimfanya tidak tertarik pada tanaman padi fase vegetatif daun. Koloni walang sangit bermigrasi massal dari rerumputan liar pematang menuju petak sawah tepat saat bulir padi keluar dan cairan pati susu di dalam sekam mulai terbentuk (biasanya umur 65 hingga 80 HST).
  2. Perilaku Aktif Pagi dan Sore Hari: Serangga ini menghindari panas terik matahari siang hari. Walang sangit aktif terbang dan mengisap bulir padi pada pagi hari pukul 06.00 hingga 09.00 saat udara masih sejuk berembun, dan sore hari pukul 16.00 hingga 18.00. Pada siang hari yang terik, serangga bersembunyi di kerimbunan rumpun padi bagian bawah atau di balik dedaunan rumput pematang.
  3. Sekresi Bau Perlindungan Diri: Bila merasa terancam, kelenjar di perut walang sangit melepaskan cairan senyawa organik volatil yang berbau busuk sangit menusuk hidung untuk mengusir burung pemangsa dan laba-laba predator.

2. Teknik Perangkap Umpan Bangkai Berbau Busuk

Walang sangit memiliki indera penciuman yang sangat unik: serangga ini sangat tergila-gila pada aroma busuk protein hewan yang membusuk:

  • Bahan Pemikat Alami: Petani dapat memanfaatkan limbah bangkai yang murah dan mudah didapat di sekitar desa:
    • Bangkai kepiting sawit / kepiting sungai yang ditumbuk setengah hancur.
    • Bangkai keong mas (Pomacea canaliculata) yang dipecahkan cangkangnya dan dibiarkan membusuk selama 1 hari.
    • Sisa isi perut ikan asin, bangkai katak, atau kotoran ayam basah.
  • Pemasangan di Pematang Sawah:
    • Tancapkan tiang bambu setinggi 1,5 meter (sedikit lebih tinggi dari puncak kanopi malai padi) di sepanjang pematang sawah dengan jarak antar tiang 10 meter.
    • Ikat gumpalan bangkai kepiting atau keong mas busuk di ujung atas tiang bambu, lalu pasang corong botol plastik atau lem perekat tikus di sekeliling tiang.
    • Ratusan walang sangit yang terbang di hamparan sawah akan teralihkan perhatiannya dari malai padi dan mengerubungi umpan bangkai tersebut. Di pagi hari, petani dapat memusnahkan koloni walang sangit yang berkumpul di tiang umpan dengan menyemprotkan air sabun atau insektisida kontak terarah tanpa perlu membasahi seluruh hamparan tanaman padi.

3. Waktu dan Tata Cara Penyemprotan Insektisida Lapangan

Bila populasi walang sangit telah melewati ambang ekonomi (ditemukan lebih dari 5 ekor walang sangit dewasa per 10 rumpun padi):

  • Wajib Dilakukan Pagi Buta Sebelum Jam 09.00: Lakukan penyemprotan insektisida pada pagi hari saat walang sangit sedang berkumpul di atas malai padi dan embun masih membasahi sayapnya sehingga serangga lambat terbang.
  • Gunakan Insektisida Kontak Berbahan Aktif Cepat Tumbang (Knockdown): Semprotkan insektisida golongan piretroid sintetis seperti Deltametrin atau Sipermetrin, atau golongan karbamat seperti BPMC (Fenobukarb) dengan dosis 1,5 hingga 2 mililiter per liter air (sekitar 25 hingga 30 ml per tangki 16 liter).
  • Sanitasi Gulma Rumput Inang Pematang: Bersihkan seluruh gulma rumput liar di pematang sawah (terutama rumput teki dan rumput bebekan) sebelum malai padi keluar. Rerumputan berbunga di pematang adalah sarang inang perantara tempat walang sangit berkembang biak sebelum menyerbu malai padi sawah.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk untuk padi

Produk lain: AussieBENSU

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.