Bagi petani hortikultura pembudidaya terung ungu (Solanum melongena), terung hijau, maupun terung bulat, hama Penggerek Buah dan Batang Terung (EFSB / Eggplant Fruit and Shoot Borer) yang disebabkan oleh ulat ngengat Leucinodes orbonalis adalah momok perusak yang paling menguras tenaga dan modal. Kehadiran hama ini sering kali diawali dengan pemandangan pucuk-pucuk tunas muda terung yang mendadak layu terkulai lemas di siang hari (wilting shoots). Beberapa minggu kemudian saat tanaman mulai berbuah lebat, buah terung yang dipanen dipenuhi lubang-lubang kecil melingkar yang mengeluarkan kotoran basah kehitaman. Saat buah dibelah, bagian dalam daging buah telah berongga busuk dipenuhi ulat merah jambu yang menjijikkan, membuat buah terung diafkir total dari pasar.
Karena ulat ini bersembunyi di dalam empulur batang dan daging buah tertutup, penyemprotan insektisida kimia secara membabi buta seminggu tiga kali terbukti sia-sia membasmi hama, memicu resistensi serangga, sekaligus meninggalkan residu kimia berbahaya pada sayuran konsumsi harian.
1. Siklus Hidup dan Cara Menyerang Leucinodes orbonalis
Kunci pengendalian hama penggerek terung terletak pada pemahaman siklus transformasinya:
- Peletakan Telur oleh Ngengat Malam: Ngengat dewasa betina berukuran kecil dengan sayap bercorak putih kecokelatan aktif terbang pada malam hari. Ngengat meletakkan telur-telur kecil berwarna krem satu per satu di permukaan bawah daun pucuk, kelopak bunga, atau tangkai buah terung muda.
- Fase Pucuk Layu pada Tanaman Muda: Larva ulat yang baru menetas segera mengebor masuk ke dalam jaringan lunak pucuk batang muda terung. Ulat memakan empulur pembuluh vaskular dari dalam, memutus aliran air dari bawah sehingga pucuk tunas layu terkulai mengering.
- Fase Pengeboran Buah (Fruit Boring): Begitu tanaman mulai mengeluarkan buah muda, ulat lebih memilih mengebor langsung ke dalam daging buah. Lubang masuk awal sangat kecil dan sering kali tertutup kembali oleh jaringan kalus buah yang membesar. Ulat memakan daging dan biji buah selama 12 hingga 15 hari sebelum mengebor lubang keluar besar untuk menjatuhkan diri ke tanah dan menjadi kepompong pupa di serasah daun kering.
2. Tiga Langkah Pengendalian Fisik dan Budidaya Ramah Lingkungan
Pendekatan fisik dan sanitasi kebun terbukti mampu menekan kerusakan buah hingga di bawah 10 persen tanpa racun kimia berlebih:
- Pemotongan dan Pemusnahan Pucuk Layu (Mechanical Pruning): Lakukan pemeriksaan kebun secara rutin dua kali seminggu pada pagi hari. Setiap kali menjumpai pucuk daun terung yang mulai terkulai layu, segera potong ranting tersebut 5 sentimeter di bawah batas layu menggunakan gunting pangkas. Masukkan potongan pucuk yang berisi ulat di dalamnya ke dalam kantong plastik tertutup rapat atau rebus ke dalam air mendidih untuk membunuh ulat di dalamnya. Tindakan sederhana ini memutus generasi awal sebelum hama sempat bertelur di buah terung.
- Pemasangan Perangkap Feromon Seksual (Lucinlure): Ngengat jantan Leucinodes orbonalis sangat terdorong oleh feromon pemikat seks yang dikeluarkan ngengat betina. Pasang perangkap corong feromon sintetik (Lucinlure) sebanyak 15 hingga 20 unit per hektare dengan ketinggian sejajar dengan puncak kanopi tanaman terung. Perangkap ini menangkap ratusan ngengat jantan setiap malam, membatalkan perkawinan sehingga populasi ulat generasi berikutnya anjlok drastis.
- Sanitasi Buah Rusak: Jangan pernah meninggalkan buah terung yang berlubang ulat membusuk di atas bedengan atau di parit kebun. Kumpulkan seluruh buah terinfeksi dan kubur ke dalam tanah sedalam minimal 50 sentimeter.
3. Aplikasi Bioinsektisida dan Rotasi Racun Selektif
Bila populasi ulat di kebun melewati ambang batas toleransi:
- Aplikasi Bakteri Bacillus thuringiensis (Bt): Semprotkan suspensi bioinsektisida bakteri Bt strain kurstaki dengan dosis 2 gram per liter air pada sore hari saat telur-telur ngengat baru menetas. Kristal protein endotoksin Bt yang termakan oleh larva muda akan melarutkan dinding usus ulat, membuat ulat berhenti makan seketika dan mati dalam tempo 48 jam.
- Insektisida Spesifik Ovolarvasida: Jika terpaksa menggunakan insektisida kimia, pilih bahan aktif selektif yang ramah musuh alami seperti Klorantraniliprol atau Emamektin Benzoat dengan dosis hemat 0,5 ml/L air, dan semprotkan tepat pada saat kuntum bunga terung baru mekar sebelum ulat sempat mengebor masuk ke dalam buah.





