Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Tawon Parasitoid Trichogramma spp. Atasi Penggerek Batang

Strategi pelepasan tawon parasitoid Trichogramma spp. di sawah dan tebu: cara parasitisasi telur penggerek batang sundep beluk, dan waktu rilis kartu.

Oleh Arif PrabowoTerbit 3 menit bacapadi
Ilustrasi padi: Tawon Parasitoid Trichogramma spp. Atasi Penggerek Batang
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.

Serangan hama penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas) yang memicu gejala kematian pucuk daun muda (sundep) pada fase vegetatif dan malai hampa keputihan (beluk) pada fase generatif adalah salah satu penyebab utama gagal panen di persawahan Indonesia. Larva penggerek hidup terlindung di dalam rongga batang tanaman padi, membuat aplikasi insektisida semprot kimia dari luar menjadi tidak efektif karena racun tidak mampu menembus jaringan batang yang tebal.

Pendekatan paling cerdas dalam konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT) adalah memusnahkan hama sebelum larva sempat menetas dan melubangi batang. Senjata biologis paling ampuh untuk tugas ini adalah tawon mikro parasitoid telur Trichogramma spp. (terutama spesies Trichogramma japonicum dan Trichogramma chilonis).

1. Cara Kerja Parasitisasi Telur Penggerek Batang

Tawon Trichogramma memiliki ukuran tubuh super mini (kurang dari 0,5 milimeter, nyaris tak terlihat oleh mata tanpa kaca pembesar) yang sepenuhnya tidak berbahaya bagi manusia:

  1. Pencarian Kelompok Telur Hama: Tawon betina dewasa terbang aktif di antara tajuk kanopi padi, mendeteksi keberadaan kelompok telur ngengat penggerek batang yang biasanya tertutup bulu-bulu halus berwarna cokelat di permukaan atas helai daun padi.
  2. Penyuntikan Telur Parasit: Menggunakan saluran penelur khusus (ovipositor), tawon betina menusuk cangkang telur ngengat dan menyuntikkan telurnya sendiri ke dalam telur penggerek. Satu ekor tawon betina mampu memparasitisasi 30 hingga 50 butir telur penggerek sepanjang hidupnya.
  3. Kematian Embrio Hama: Larva Trichogramma menetas di dalam telur penggerek dan memakan seluruh nutrisi embrio ulat hingga tandas. Telur hama yang terparasitisasi akan berubah warna menjadi hitam legam pekat dalam tempo 3 sampai 4 hari.
  4. Setelah melewati fase kepompong, tawon mikro dewasa baru akan melubangi cangkang telur hitam tersebut dan keluar terbang untuk memburu kelompok telur penggerek berikutnya di hamparan sawah.

2. Standar Pelepasan Pias Kartu Trichogramma di Lapangan

Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Tanaman (LPHP) Dinas Pertanian memproduksi tawon Trichogramma pada telur inang alternatif berupa telur ngengat beras (Corcyra cephalonica) yang ditempelkan pada lembaran kartu karton tebal bernama Pias Trichogramma:

  • Satu lembar pias biasanya memuat sekitar 2.000 butir telur terparasit yang siap menetas dalam tempo 24 jam ke depan.
  • Dosis Rekomendasi Lapangan: Pasang sekitar 50 hingga 100 lembar pias kartu per hektare (setara 100.000 hingga 200.000 tawon mikro aktif).
  • Gunting pias menjadi potongan-potongan kecil berisi 200–500 butir telur. Masukkan potongan pias ke dalam wadah pelindung (bambu berongga, gelas plastik bekas terbalik, atau selongsong daun pisang) untuk melindunginya dari guyuran hujan lebat dan sengatan terik matahari.
  • Pasang pias pada tiang ajir bambu setinggi kanopi daun padi secara merata dengan pola kisi berjarak 10x10 meter di seluruh petak sawah.

3. Waktu Pelepasan Ideal dan Sinergi PHT

Keberhasilan pelepasan tawon parasitoid menuntut waktu rilis yang terencana rapi:

  • Lakukan pelepasan pias pertama pada umur 7 hingga 14 HST, dilanjutkan dengan pelepasan kedua pada umur 21 HST dan pelepasan ketiga pada umur 35 HST. Pelepasan bertahap ini memutus siklus generasi ngengat penggerek batang sebelum memasuki fase bunting padi.
  • Pasang pias pada sore hari (pukul 16.00 hingga 17.30) agar tawon dewasa menetas di pagi hari berikutnya saat suhu udara sejuk dan nyaman untuk terbang berburu.
  • Pantangan Mutlak: Dilarang menyemprotkan insektisida kimia apapun di petak sawah minimal 3 hari sebelum dan 7 hari sesudah pelepasan pias, agar tawon parasitoid tidak mati sebelum menuntaskan tugas biologisnya.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk untuk padi

Produk lain: AussieBENSU

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.