Penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) atau penyakit Kresek yang dipicu oleh bakteri patogen vaskular Xanthomonas oryzae pv. oryzae merupakan ancaman epidemiologis terbesar bagi petani padi sawah (Oryza sativa) di musim penghujan. Di bawah guyuran hujan lebat dan angin kencang, bakteri Xanthomonas menular sangat cepat melalui gesekan helai daun dan luka pori hidatoda, menyumbat pembuluh xilem dan membuat tepi helai daun padi mengering bergelombang berwarna abu-abu keputihan menyerupai daun terbakar.
Menyemprotkan bakterisida kimia sintetis antibiotik sering kali tidak membuahkan hasil karena bakteri patogen cepat mengembangkan kekebalan resistensi. Pemanfaatan bakteri rizosfer antagonis Pseudomonas fluorescens menawarkan solusi biokontrol hayati unggulan yang mampu menekan perkembangan penyakit kresek secara alami sekaligus memacu vigor pertumbuhan tanaman padi.
1. Karakteristik Biologis Pseudomonas fluorescens
Bakteri Pseudomonas fluorescens adalah bakteri gram negatif berbentuk batang yang hidup berkoloni melimpah di zona rizosfer perakaran tanaman sehat:
- Pigmen Fluoresens Kuning Kehijauan (Pioverdin): Bakteri ini memproduksi pigmen khas bernama pyoverdine yang memancarkan pendaran cahaya kehijauan di bawah penyinaran lampu sinar ultraviolet. Pigmen pioverdin bertindak sebagai senyawa pengikat zat besi berkekuatan super (siderofor).
- Mekanisme Perampasan Zat Besi (Iron Depletion): Di lingkungan lumpur sawah, seluruh mikroorganisme membutuhkan ion besi () untuk pembelahan sel. Bakteri Pseudomonas fluorescens menyedot seluruh ion besi bebas dengan siderofornya, membuat bakteri patogen Xanthomonas oryzae kelaparan besi dan gagal memperbanyak diri.
- Produksi Senyawa Antibiotik Alami: Pseudomonas fluorescens mensekresikan antibiotik berspektrum luas seperti 2,4-diacetylphloroglucinol (DAPG), phenazine, dan pyrrolnitrin. Senyawa ini secara langsung merusak dinding sel bakteri patogen tular tanah dan jamur pembusuk akar.
2. Induksi Ketahanan Sistemik Tanaman Padi (ISR)
Selain membunuh patogen secara langsung di tanah, Pseudomonas fluorescens membangkitkan sistem kekebalan bawaan tanaman padi dari dalam:
- Kolonisasi bakteri pada akar merangsang tanaman memproduksi hormon asam jasmonat dan etilen yang menyalakan jalur Induced Systemic Resistance (ISR).
- Sinyal kekebalan ini mengalir ke tajuk atas tanaman, memerintahkan sel-sel daun padi mempertebal dinding sel silika dan memproduksi enzim peroksidase serta fitoaleksin antibakteri.
- Ketika bakteri kresek Xanthomonas mendarat di daun padi yang telah diinokulasi Pseudomonas, dinding sel daun yang telah bersiap siaga menolak penetrasi bakteri patogen, melokalisasi infeksi sehingga bercak hawar daun tidak berkembang meluas.
3. Protokol Aplikasi Lapangan pada Budidaya Padi Sawah
Memaksimalkan efektivitas Pseudomonas fluorescens di areal persawahan:
- Perendaman Benih Gabah (Seed Soaking):
- Larutkan 10 mililiter suspensi biakan cair Pseudomonas fluorescens (konsentrasi cfu/ml) per liter air bersih.
- Rendam benih gabah padi selama 24 jam sebelum diperam. Bakteri akan mengolonisasi permukaan kulit gabah dan menjadi pelindung perakaran primer saat kecambah bertunas di persemaian.
- Penyemprotan Persemaian Bibit (Umur 10 HSS): Semprotkan larutan Pseudomonas fluorescens dosis 2 ml/L air secara merata ke bedengan bibit persemaian 5 hari sebelum bibit dicabut untuk pindah tanam ke sawah.
- Penyemprotan Tajuk Pencegahan Penyakit Kresek (Umur 25 dan 40 HST): Semprotkan larutan biakan konsentrasi 3 hingga 5 mililiter per liter air (sekitar 50 hingga 80 ml per tangki semprot 16 liter) secara merata ke tajuk kanopi padi pada pagi hari atau sore hari yang teduh.
- Lakukan penyemprotan preventif sebelum gejala garis hawar kresek muncul di lapangan, terutama setelah terjadi badai hujan lebat yang merobek helai daun padi.



