Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Aplikasi Pupuk Kocor Pangkal Batang pada Bedengan Cabai

Panduan pemupukan kocor pangkal batang tanaman cabai: takaran NPK mutiara dan kalsium per lubang tanam, interval aplikasi, serta pencegahan akar hangus.

Oleh Arif PrabowoTerbit 4 menit bacacabai
Ilustrasi cabai: Aplikasi Pupuk Kocor Pangkal Batang pada Bedengan Cabai
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.

Dalam budidaya intensif tanaman cabai merah keriting maupun cabai rawit (Capsicum annuum), metode aplikasi pupuk susulan menjadi faktor penentu utama bagi kestabilan pembungaan dan bobot tonase buah panen. Menaburkan pupuk kimia butiran kering (seperti urea atau NPK) langsung ke permukaan tanah di samping pangkal batang sering kali berujung pada kegagalan: butiran pupuk lambat larut jika tanah kering, mudah tercuci hanyut oleh aliran air hujan di atas mulsa plastik, dan konsentrasi garam lokal yang terlalu pekat berisiko membakar jaringan akar serabut (salt injury / akar hangus).

Penerapan metode Pemupukan Kocor Pangkal Batang (Root Drenching) adalah teknik pemberian hara paling teruji yang menjamin pupuk terlarut homogen dalam bentuk ion siap serap, langsung membasahi zona rizosfer perakaran aktif cabai dengan efisiensi penyerapan mencapai di atas 85 persen.

1. Keunggulan Fisiologis Pemupukan Sistem Kocor

Memberikan nutrisi dalam bentuk larutan air memberikan respons pertumbuhan tanaman yang sangat cepat:

  1. Penyerapan Instan Tanpa Menunggu Hujan: Larutan pupuk kocor yang disiramkan langsung meresap ke dalam pori kapiler tanah bedengan di sekitar bulu-bulu akar serabut cabai. Tanaman cabai mampu menyerap ion nitrogen nitrat (NO3−NO_3^-), ion kalium (K+K^+), dan fosfat terlarut dalam hitungan beberapa jam saja.
  2. Distribusi Merata di Sekitar Perakaran: Pupuk cair tersebar merata ke seluruh lapisan media perakaran di balik mulsa plastik hitam perak, menghindarkan terjadinya penumpukan konsentrasi garam pupuk di satu titik yang memicu nekrosis akar.
  3. Fleksibilitas Pengaturan Komposisi Hara Sesuai Fase Umur: Petani dapat dengan mudah meracik perbandingan unsur makro dan mikro, mengubah takaran nitrogen tinggi pada fase vegetatif awal menjadi takaran kalium dan kalsium tinggi saat fase pembungaan dan pembuahan.

2. Formulasi dan Resep Larutan Kocor Cabai Berdasarkan Fase Umur

Kunci sukses pemupukan kocor adalah ketepatan konsentrasi kepekatan larutan agar tidak terlalu encer atau membakar tanaman:

  • Fase Vegetatif Awal (Umur 10 hingga 30 HST):
    • Fokus hara: Pertumbuhan percabangan tunas lateral dan akar kokoh.
    • Bahan racikan untuk 200 liter air (1 drum): Campurkan 2 hingga 3 kilogram pupuk NPK 16-16-16, 500 gram pupuk urea atau kalsium nitrat, dan 200 gram asam humat larut air.
    • Volume siram: Kocorkan sebanyak 150 hingga 200 mililiter larutan per lubang tanam setiap 7 hingga 10 hari sekali.
  • Fase Generatif Pembungaan dan Pembesaran Buah (Umur 35 HST Hingga Panen):
    • Fokus hara: Memperlebat kuntum bunga, mencegah kerontokan buah muda, dan menebalkan dinding buah cabai.
    • Bahan racikan untuk 200 liter air (1 drum): Campurkan 4 hingga 5 kilogram pupuk NPK berkadar kalium tinggi (misalnya NPK 15-9-20 atau MKP), 1 kilogram pupuk Kalium Nitrat (KNO3KNO_3 putih), dan 500 gram pupuk Kalsium Borat larut air.
    • Volume siram: Kocorkan sebanyak 200 hingga 250 mililiter larutan per lubang tanam secara rutin seminggu sekali setelah jadwal pemetikan panen buah selesai.

3. Alat Kerja dan Aturan Emas Aplikasi di Lapangan

Menjaga efisiensi tenaga kerja dan keamanan tanaman cabai:

  • Gunakan Alat Kocor Otomatis atau Jerigen Gendong: Petani dapat menggunakan jerigen semprot punggung khusus yang stiknya dimodifikasi dengan keran pengatur dosis otomatis (alat kocor corong). Hal ini mempercepat kerja aplikasi ribuan lubang tanam tanpa perlu membungkuk membawa gayung manual.
  • Kondisi Tanah Bedengan Harus Lembap: Dilarang keras mengocorkan larutan pupuk pekat pada saat tanah bedengan dalam kondisi kering kerontang di siang hari terik. Tanah yang kering akan menyedot air dari sel akar (plasmolisis), membuat daun cabai layu mendadak. Siram bedengan terlebih dahulu menggunakan air irigasi sehari sebelum pemupukan kocor dilakukan.
  • Kocorkan di Lubang Tanam Berjarak: Pada tanaman cabai yang sudah dewasa (umur di atas 45 HST), kocorkan larutan pada lubang pupuk khusus yang dibuat berjarak 10 hingga 15 sentimeter dari pangkal batang utama, bukan tepat di leher batang, karena rambut akar aktif penyerap hara telah menyebar melebar ke pinggir guludan.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk untuk cabai

Produk lain: AussieKojien

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.