Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Peranan Kalsium dan Boron: Kunci Mencegah Kerontokan Bunga dan Buah Cabai

Pahami peranan kalsium dan boron dalam memperkuat tangkai bunga cabai, mencegah busuk ujung buah, dan melipatgandakan hasil panen hortikultura.

Oleh Arif PrabowoTerbit 4 menit bacacabai
Ilustrasi cabai: Peranan Kalsium dan Boron: Kunci Mencegah Kerontokan Bunga dan Buah Cabai
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.

Melihat tanaman cabai berbunga lebat tentu membahagiakan hati setiap petani. Namun, kebahagiaan itu sering kali sirna seketika saat memasuki musim penghujan: ribuan kuntum bunga yang baru mekar mendadak menguning dan rontok berserakan di atas mulsa plastik.

Reaksi spontan petani sering kali menyemprotkan hormon perangsang bunga berdosis tinggi. Sayangnya, tindakan itu justru membuat bunga rontok semakin parah. Mengapa demikian? Karena bunga dan pentil cabai rontok bukan karena kurang hormon pemicu mekar, melainkan karena tanaman mengalami defisiensi akut dua unsur hara makro dan mikro terpenting: Kalsium (CaCa) dan Boron (BB).

Catatan Lapangan

Inti Sari Pembahasan (Key Takeaways)

  • Kalsium bertindak sebagai semen perekat dinding sel tanaman, sedangkan Boron bertindak sebagai pengatur translokasi gula dan pemanjangan tabung sari bunga.
  • Kekurangan Kalsium memicu kerapuhan lapisan absisi tangkai bunga dan menyebabkan penyakit busuk pantat buah (blossom end rot).
  • Aplikasi kalsium dan boron wajib diberikan secara foliar di pagi hari sejak pembentukan kuncup bunga pertama untuk mengunci hasil panen.

Mengapa Kalsium dan Boron Harus Selalu Berpasangan?

Di dalam fisiologi tanaman, Kalsium dan Boron adalah pasangan sejati yang bekerja saling membutuhkan (sinergis):

1. Kalsium (CaCa): Semen Pengunci Tangkai Bunga

Kalsium membentuk senyawa kalsium pektat yang berfungsi sebagai perekat antardinding sel tanaman. Di pangkal tangkai bunga terdapat titik rawan yang disebut lapisan absisi (abscission layer). Jika asupan kalsium rendah, sel-sel di lapisan absisi ini sangat rapuh. Sedikit saja tanaman mengalami cekaman angin kencang, terik matahari panas, atau hujan lebat, tangkai bunga akan patah dan putik bunga langsung rontok ke tanah.

2. Boron (BB): Pemandu Tabung Serbuk Sari

Tanpa boron, kalsium tidak dapat dimanfaatkan secara optimal oleh tanaman. Boron bertindak sebagai pemandu jalannya proses penyerbukan bunga:

  • Membantu pemanjangan tabung serbuk sari (pollen tube) menuju ke bakal biji di dalam ovarium bunga.
  • Tanpa boron yang cukup, serbuk sari menjadi mandul (steril), penyerbukan gagal, dan bunga yang tidak terbuahi akan menguning lalu gugur dengan sendirinya.

Tanda Tanaman Cabai Anda Menjerit Kekurangan Kalsium-Boron

  • Bunga Rontok Bersama Tangkainya: Bunga yang rontok tampak memiliki patahan tangkai yang basah dan rapuh, bukan rontok karena digigit ulat.
  • Ujung Daun Muda Menggulung Cacat: Pucuk daun muda tumbuh kerdil, meliuk keriting tidak beraturan, dan ujungnya mengering kecoklatan.
  • Pantat Buah Hitam Busuk (Blossom End Rot): Ujung buah cabai yang paling bawah terlihat mengempes, berkerut, dan berubah warna menjadi coklat kehitaman kering. Banyak petani salah mengira ini penyakit patek jamur, padahal ini murni akibat sel ujung buah kekurangan kalsium saat pembesaran cepat.
  • Buah Gampang Retak (Fruit Cracking): Kulit buah cabai pecah atau retak saat tersiram air hujan deras setelah beberapa hari cuaca panas terik.

Panduan Aplikasi Kalsium-Boron yang Benar di Kebun

  1. Gunakan Formulasi Larut Air Murni: Pilih pupuk kalsium nitrat atau kalsium khelat yang larut air 100% tanpa menyisakan endapan kapur pekat yang menyumbat mulut daun.
  2. Semprot Melalui Daun (Foliar): Unsur kalsium bersifat sangat lambat bergerak (imobile) di dalam tubuh tanaman. Menyiram kalsium ke tanah membutuhkan waktu lama untuk sampai ke putik bunga atas. Semprotkan langsung ke seluruh permukaan daun dan kuncup bunga di pagi hari antara pukul 06.30–08.30.
  3. Mulai Sejak Umur 30 HST: Jangan menunggu bunga rontok massal baru menyemprot! Mulai aplikasi semprot kalsium-boron sejak tanaman cabai mulai membentuk percabangan ‘Y’ pertama dan ulangi secara rutin setiap 7 sampai 10 hari sekali hingga masa panen berakhir.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Mengapa pupuk kalsium tidak boleh dicampur bersamaan dengan pupuk MKP atau SP-36?
Ion kalsium bebas (Ca2+Ca^{2+}) jika bertemu dengan ion fosfat (PO43−PO_4^{3-}) dalam konsentrasi pekat akan bereaksi membentuk kalsium fosfat yang mengendap seperti kapur mati. Keduanya menjadi tidak larut air dan sia-sia tidak bisa diserap tanaman.

2. Apakah menyiram kapur dolomit ke tanah sudah cukup memenuhi kebutuhan kalsium cabai?
Dolomit sangat baik untuk menetralkan pH tanah dasar, namun kelarutannya di dalam air tanah sangat lambat. Untuk kebutuhan pembentukan ribuan bunga dan buah yang cepat, suplementasi kalsium semprot daun tetap mutlak diperlukan.

3. Apakah kelebihan kalsium dapat menghambat penyerapan nutrisi lain?
Dosis kalsium yang terlalu berlebihan di dalam media tanam dapat bersaing dan menghambat penyerapan ion Kalium (KK) dan Magnesium (MgMg). Selalu gunakan dosis anjuran sekitar 2–3 gram per liter air semprotan.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk untuk cabai

Produk lain: AussieKojien

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.