Kacang tanah (Arachis hypogaea) merupakan tanaman pangan legum semusim yang memiliki keajaiban biologi tanah luar biasa: tanaman ini mampu memproduksi sendiri seluruh kebutuhan pupuk nitrogennya dari udara bebas melalui kemitraan simbiosis mutualisme dengan bakteri tanah penambat nitrogen, yaitu Rhizobium leguminosarum atau Bradyrhizobium sp. Namun, banyak petani yang baru membuka lahan atau menanam kacang tanah di lahan bekas sawah mendapati tanaman kacang mereka tumbuh kerdil kekuningan, pembentukan bintil akar sangat minim, dan polong yang dihasilkan banyak yang kopong tanpa biji (popcorn pods).
Ketiadaan populasi bakteri penambat nitrogen yang efektif di dalam tanah sering kali memaksa petani memberikan pupuk kimia urea dalam dosis tinggi. Pemberian urea kimia berlebih ini justru menjadi bumerang: tanaman menjadi malas membentuk bintil akar dan rentan roboh terserang penyakit bercak daun. Penerapan teknologi Inokulasi Isolat Bakteri Rhizobium (Pupuk Hayati Legin) sebelum benih ditanam adalah solusi mandiri menyuburkan tanaman kacang tanah dan melipatgandakan persentase polong bernas berbobot tinggi.
1. Fisiologi Pembentukan Bintil Akar dan Enzim Nitrogenase
Proses simbiosis bakteri Rhizobium dengan perakaran kacang tanah adalah dialog molekuler yang sangat rumit:
- Sinyal Senyawa Flavonoid Akar: Akar kecambah kacang tanah muda menyekresikan senyawa organik flavonoid ke dalam pori tanah rizosfer. Senyawa ini menarik bakteri Rhizobium berenang mendekat ke rambut akar tanaman.
- Infeksi dan Pembentukan Benang Infeksi: Bakteri melepaskan molekul sinyal Nod factor yang merangsang rambut akar melengkung membentuk cangkang pelindung. Bakteri menembus sel epidermis rambut akar dan membentuk tabung benang infeksi (infection thread) yang meluncur masuk ke jaringan korteks akar.
- Pabrik Bintil Akar (Nodules) dan Leghemoglobin: Sel korteks akar membelah membentuk tonjolan bulat yang disebut bintil akar (root nodules). Di dalam bintil akar, bakteri berubah bentuk menjadi bakteroid yang memproduksi enzim Nitrogenase. Enzim ini memecah gas nitrogen bebas di atmosfer () menjadi ion amonium () yang langsung diserap tanaman untuk membentuk protein biji. Bintil akar yang aktif dan efektif ditandai dengan warna bagian dalamnya yang merah muda atau merah segar menyerupai daging sapi, yang menandakan keberadaan protein pelindung oksigen leghemoglobin.
2. Cara Aplikasi Inokulan Legin pada Benih Kacang Tanah
Agar jutaan sel bakteri Rhizobium hidup menempel erat pada kulit benih saat ditanam di tanah:
- Bahan Pengikat Perekat Alami: Siapkan cairan perekat sederhana berupa air gula pasir 10% (10 gram gula dilarutkan dalam 100 ml air hangat) atau larutan getah gom arabika cair. Jangan menggunakan lem kimia sintetis yang beracun bagi bakteri.
- Pencampuran Isolat Legin:
- Basahi 10 kilogram benih kacang tanah kupas berkualitas unggul dengan 50 ml cairan air gula secara merata di dalam ember plastik hingga kulit biji terasa lengket tipis.
- Taburkan 50 hingga 100 gram serbuk inokulan Rhizobium (Legin kemasan resmi) ke atas tumpukan benih lembap tersebut.
- Aduk benih secara perlahan dan hati-hati menggunakan tangan agar seluruh permukaan kulit biji kacang terselimuti lapisan serbuk hitam inokulan secara merata. Hindari mengaduk terlalu keras yang dapat mematahkan mata lembaga benih.
- Aturan Kering Angin di Tempat Teduh: Angin-anginkan benih yang telah diinokulasi di atas terpal bersih di ruangan teduh selama 15 menit hingga lapisan serbuk mengering lekat. Dilarang keras menjemur benih di bawah terik sinar matahari langsung, karena radiasi sinar ultraviolet matahari akan membunuh seluruh sel bakteri Rhizobium dalam tempo beberapa menit.
- Benih yang telah diinokulasi harus segera ditanam ke dalam lubang tanam tanah basah pada hari yang sama.
3. Dampak Nyata pada Produktivitas Polong Lapangan
Pemanfaatan bakteri Rhizobium yang berhasil memberikan keuntungan ganda bagi petani kacang tanah:
- Menghilangkan 100 persen kebutuhan pupuk nitrogen kimia susulan (urea atau ZA) setelah tanaman berumur 15 HST, menghemat biaya operasional pemupukan secara drastis.
- Mempercepat fase pembungaan dan pemanjangan ginofor (jarum bakal buah) yang menusuk masuk ke dalam tanah.
- Meningkatkan rendemen keping biji kacang tanah hingga di atas 70 persen dengan kulit ari biji yang tebal mengilap dan kadar protein nabati tinggi.





