Salah satu momok paling merugikan dalam usaha tani tomat dataran rendah maupun dataran tinggi adalah munculnya bercak hitam cekung bertekstur kering seperti kulit gosong pada bagian ujung pantat buah tomat muda. Kelainan fisiologis yang dikenal sebagai Busuk Pantat Buah (Blossom End Rot / BER) ini kerap disalahartikan oleh petani pemula sebagai serangan jamur antraknosa atau busuk buah phytophthora. Petani lantas membuang biaya besar membeli berbagai fungisida kontak dan sistemik, padahal buah tomat tetap membusuk hitam.
Blossom End Rot murni merupakan gangguan fisiologis akibat kegagalan pasokan hara Kalsium () ke jaringan ujung distal buah tomat pada saat sel-sel buah sedang membelah dengan sangat cepat.
1. Dinamika Translokasi Kalsium dan Penyebab Terjadinya BER
Kalsium memiliki sifat mobilitas yang sangat unik dan lambat di dalam jaringan tanaman:
- Kalsium Hanya Bergerak Mengikuti Aliran Air Xilem: Ion kalsium tidak dapat dialirkan melalui pembuluh tapis floem. Kalsium hanya terdorong ke atas oleh tarikan transpirasi (evaporasi air dari stomata) di pembuluh xilem.
- Kekalahan Bersaing Buah Melawan Daun: Daun memiliki luas permukaan evaporasi dan jumlah stomata yang ratusan kali lebih banyak daripada buah tomat muda. Pada kondisi cuaca panas terik atau angin kering, lebih dari 90 persen air yang ditarik akar mengalir ke daun, meninggalkan buah muda dalam kondisi defisit kalsium akut.
- Kerusakan Membran dan Kolaps Sel (Cell Lysis): Kalsium adalah lem perekat utama dinding sel tumbuhan yang membentuk senyawa kalsium pektat di lamela tengah. Ketika pasokan kalsium ke ujung buah terputus saat sel membesar, dinding sel kehilangan elastisitas dan pecah. Cairan sel bocor keluar, jaringan ujung buah mengering kolaps, dan berubah warna menjadi hitam legam mengering.
2. Faktor Pemicu Lapangan yang Memperparah Blossom End Rot
Meskipun tanah mengandung cukup kapur, BER dapat meledak di kebun karena beberapa pemicu:
- Fluktuasi Ketersediaan Air Tanah: Tanah yang dibiarkan mengering tandus lalu mendadak disiram air dalam jumlah berlebih merusak kontinuitas penyerapan kalsium akar.
- Aplikasi Pupuk Amonium () dan Kalium () Berlebihan: Ion amonium dan kalium memiliki valensi satu yang bergerak sangat lincah, sehingga menjadi kompetitor kuat yang menekan penyerapan ion kalsium () bervalensi dua di permukaan bulu akar.
- Kelembapan Udara Terlalu Tinggi di Green House: Udara yang jenuh air menghentikan laju transpirasi daun, sehingga pompa pengangkut kalsium dari akar macet total.
3. Panduan Pemupukan Kalsium Nitrat Terarah
Pemberian pupuk Kalsium Nitrat [] larut air 100% adalah jalan keluar paling teruji untuk menyembuhkan tanaman dari bahaya Blossom End Rot:
- Aplikasi Kocor / Fertigasi Berkala: Larutkan pupuk kalsium nitrat berkadar kalsium larut air minimal 26% dan nitrogen nitrat 15% dengan konsentrasi 3 hingga 5 gram per liter air. Kocorkan sebanyak 200 hingga 250 ml larutan ke setiap pangkal batang tanaman tomat seminggu sekali, mulai dari saat buah pertama sebesar kelereng hingga masa pembesaran buah puncak.
- Penyemprotan Daun dan Buah Muda: Untuk pertolongan darurat saat bercak awal mulai terdeteksi di kebun, semprotkan kalsium cair chelate atau kalsium nitrat dengan dosis 2 gram per liter air (sekitar 30 gram per tangki 16 liter). Arahkan ujung nozzle langsung ke dompolan buah tomat muda pada pagi hari agar ion kalsium diserap melalui kutikula buah secara langsung.
- Jaga kelembapan tanah bedengan tetap stabil pada kapasitas lapang dengan memasang mulsa plastik hitam perak atau irigasi tetes teratur.



