Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Mengatasi Penyakit Sapu Setan pada Ubi Jalar: Cegah Umbi Mandul

Kenali gejala penyakit sapu setan ubi jalar akibat fitoplasma: ruas batang memendek, daun mengecil rimbun, dan cara pencegahan tular bibit di kebun.

Oleh Arif PrabowoTerbit 4 menit bacaubi jalar
Ilustrasi ubi jalar: Mengatasi Penyakit Sapu Setan pada Ubi Jalar: Cegah Umbi Mandul
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.
Catatan Lapangan

Inti Sari Pembahasan (Key Takeaways)

  1. Penyakit sapu setan disebabkan oleh Fitoplasma (bakteri tanpa dinding sel) yang menginfeksi dan melumpuhkan jaringan floem tanaman ubi jalar.
  2. Ciri utama serangan: tunas samping tumbuh kerdil berdesakan, daun mengecil drastis, ruas batang memendek menyerupai sapu lidi, dan tanaman gagal membentuk umbi.
  3. Pengendalian berfokus pada penggunaan stek bibit sehat bebas penyakit dan pembasmian serangga vektor wereng daun.

Petani ubi jalar (ketela rambat) kerap mendapati kejanggalan pada tanaman mereka: sulur tanaman yang seharusnya menjalar panjang normal mendadak berubah menjadi rimbun tegak ke atas, dengan ruas batang yang memendek rapat, helai daun mengecil kerdil, dan tampak seperti ikatan sapu lidi.

Fenomena ini dikenal luas di kalangan petani pedesaan sebagai Penyakit Sapu Setan (Witches’ Broom).

Penyakit ini merupakan ancaman ekonomi yang sangat merugikan bagi pembudidaya ubi jalar konsumsi maupun industri tepung tapioka. Tanaman yang sudah terinfeksi sapu setan akan mengalami kemandulan fisiologis total: seluruh fotosintat tertahan di tajuk atas dan tanaman sama sekali tidak mampu mengalirkan sari makanan untuk membesarkan umbi di bawah tanah.

1. Patogen Penyebab dan Cara Infeksi Fitoplasma

Berbeda dengan penyakit layu pada umumnya yang disebabkan oleh jamur atau virus, penyakit sapu setan dipicu oleh patogen unik:

  1. Fitoplasma (Candidatus Phytoplasma): Patogen ini merupakan golongan mikroorganisme prokariotik menyerupai bakteri, namun tidak memiliki dinding sel (wall-less bacteria). Fitoplasma hidup dan berkembang biak secara eksklusif di dalam cairan tabung tapis floem tanaman inang.
  2. Penyumbatan Jalur Translokasi: Koloni fitoplasma merusak keseimbangan hormon endogen tanaman, memblokir pengangkutan auksin, dan memicu pelepasan hormon sitokinin lokal secara liar. Akibatnya, tunas-tunas ketiak daun yang seharusnya tidur (dorman) dipaksa bertunas serentak dalam bentuk kerdil meranggas.
  3. Penyebaran Melalui Vektor Wereng Daun: Di alam terbuka, fitoplasma disebarkan oleh serangga penghisap cairan tanaman dari keluarga wereng daun, khususnya wereng hijau Orosius lotophagorum. Saat menusukkan stilet mulutnya ke jaringan floem tanaman sakit, wereng mengisap partikel fitoplasma dan menularkannya ke tanaman sehat berikutnya.

2. Gejala Visual Penyakit Sapu Setan di Bedengan

  • Daun Mengecil Drastis (Little Leaf): Ukuran helai daun menyusut hingga hanya seperempat dari ukuran daun normal, dengan warna hijau pucat kekuningan dan tepi daun melengkung ke atas.
  • Ruas Sulur Memendek Ekstrem: Jarak antar-ruas (buku) pada batang memendek rapat dari yang biasanya 5–10 cm menjadi hanya 0,5–1 cm, memicu pertumbuhan puluhan tunas mini tegak ke atas menyerupai sapu lidi.
  • Akar Tidak Membentuk Umbi (Tubeless): Sistem perakaran hanya berupa serabut akar kurus berserat kasar tanpa ada satu pun akar penyimpan yang membengkak menjadi umbi ubi jalar manis.

3. Protokol Penanganan dan Pencegahan di Kebun

  • Seleksi Ketat Bibit Stek Bebas Gejala: Fitoplasma ditularkan secara sistemik melalui stek batang. Jangan pernah mengambil bahan stek sulur dari lahan atau tanaman yang menunjukkan gejala sapu setan, meskipun stek diambil dari bagian sulur yang tampak sehat. Ambil bibit hanya dari kebun pembibitan khusus yang dipelihara di dalam rumah kasa terisolasi.
  • Eradikasi dan Pencabutan Tanaman Sakit: Tanaman ubi jalar yang sudah terinfeksi fitoplasma tidak dapat disembuhkan dengan pestisida apa pun. Segera cabut seluruh rumpun tanaman yang memperlihatkan gejala sapu setan sampai ke bonggol akarnya, masukkan ke dalam karung tertutup, dan musnahkan jauh dari areal pertanaman.
  • Pengendalian Vektor Wereng Daun: Lakukan pengamatan rutin terhadap keberadaan serangga wereng daun kecil di balik daun ubi. Semprotkan insektisida kontak lambung berbahan aktif tiametoksam atau dinotefuran dengan dosis 0,5 gram per liter air pada pagi hari saat populasi serangga vektor mulai terdeteksi.

4. Tindakan Lapangan dan FAQ Petani Ubi

Apakah umbi kecil dari pohon ubi yang sakit sapu setan boleh dimakan?
Umbi kecil yang sempat terbentuk tidak beracun dan aman dikonsumsi manusia karena fitoplasma adalah patogen tanaman murni yang tidak menginfeksi tubuh manusia. Namun dari segi kualitas rasa, umbi tersebut cenderung keras, berserat kasar berkayu, dan rasanya tawar karena penumpukan gula fotosintesis terganggu parah.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk Agritani

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.