Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Pengendalian Hama Boleng Kumbang Cylas formicarius Ubi Jalar

Cara mengatasi hama boleng ubi jalar (Cylas formicarius): pembumbunan guludan penutup retakan tanah, pemasangan feromon, dan sanitasi sisa panen umbi.

Oleh Arif PrabowoTerbit 4 menit bacaubi jalar
Ilustrasi ubi jalar: Pengendalian Hama Boleng Kumbang Cylas formicarius Ubi Jalar
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.

Ubi jalar (Ipomoea batatas), terutama varietas bernilai ekonomi tinggi seperti Ubi Madu Cilembu, Ubi Ungu, dan Ubi Jepang, merupakan komoditas pangan dan ekspor yang sangat menjanjikan. Namun, di musim kemarau panjang, petani ubi jalar kerap menghadapi bencana panen yang disebabkan oleh hama Boleng atau kumbang moncong ubi jalar Cylas formicarius. Sering kali tanaman ubi di atas guludan tampak tumbuh subur dengan hamparan sulur dedaunan hijau lebat. Namun, saat guludan tanah dibongkar pada hari panen, petani mendapati umbi-umbi ubi jalar dipenuhi lubang-lubang gerekan kecil berwarna kehitaman dengan liang terowongan berliku-liku di dalam daging umbi.

Umbi ubi jalar yang terserang boleng mengeluarkan aroma apek menyengat dan terasa sangat pahit membakar lidah saat dimasak. Rasa pahit ini berasal dari senyawa terpenoid beracun (ipomeamarone) yang diproduksi oleh jaringan ubi jalar sebagai respon pertahanan diri terhadap air liur larva kumbang. Ubi yang terkena boleng sekecil apa pun ditolak mentah-mentah oleh konsumen dan industri makanan.

1. Bioekologi Kumbang Moncong Cylas formicarius

Kumbang Cylas formicarius memiliki morfologi yang sangat khas dan unik:

  1. Bentuk Menyerupai Semut Merah Raksasa: Kumbang dewasa berukuran panjang 5 hingga 7 milimeter dengan tubuh ramping memanjang. Bagian kepala dan sayap elitra luarnya berwarna biru tua kehitaman mengilap, sementara bagian leher toraks dan kakinya berwarna merah jingga cerah, menjadikannya tampak persis seperti semut berbisa.
  2. Pengeboran Melalui Retakan Tanah Kemarau: Kumbang betina tidak memiliki cakar untuk menggali tanah yang padat keras. Kumbang masuk ke dalam tanah mencari umbi ubi melalui celah-celah retakan tanah guludan yang merekah (rekah tanah) akibat kekeringan di musim kemarau.
  3. Siklus Hidup Tersembunyi di Dalam Umbi: Kumbang betina melubangi pangkal batang atau permukaan umbi ubi jalar untuk meletakkan butir-butir telur kecil. Larva ulat berwarna putih tanpa kaki yang menetas langsung memakan dan membuat liang terowongan di dalam umbi selama 15 hingga 20 hari sebelum bermetamorfosis menjadi kepompong dan kumbang dewasa di dalam rongga umbi tersebut.

2. Tiga Jurus Agronomis Menangkal Hama Boleng

Karena larva bersembunyi aman di dalam daging umbi tanah, penyemprotan insektisida racun kontak di atas daun adalah tindakan yang sama sekali tidak efektif:

  • Disiplin Pembumbunan Guludan Tanah (Earthing Up): Ini adalah tindakan fisik terpenting. Pada umur 30, 60, dan 75 hari setelah tanam, lakukan pembumbunan ulang tanah guludan bedengan secara tebal dan rapat. Cangkul tanah dari parit untuk menutup kembali seluruh celah tanah yang mulai retak atau merekah akibat panas kemarau. Pastikan umbi ubi jalar yang sedang membesar tertimbun tanah minimal sedalam 10 hingga 15 sentimeter dari permukaan luar guludan agar kumbang betina tidak memiliki celah fisik untuk menjangkau kulit umbi.
  • Penggunaan Stek Bibit Bebas Hama: Jangan pernah mengambil stek batang dari kebun tua yang sudah terserang boleng, karena pangkal sulur ubi sering kali telah disusupi telur atau larva kumbang. Potong hanya bagian pucuk sulur tanaman sepanjang 25 hingga 30 sentimeter yang bebas dari lubang gerekan. Celupkan bibit stek sebelum ditanam ke dalam larutan jamur entomopatogen Beauveria bassiana selama 15 menit.
  • Pengairan Berkala Pencegah Rekah Tanah: Di musim kemarau, alirkan air irigasi ke parit antar guludan seminggu sekali secara teratur untuk menjaga tanah tetap lembap dan mencegah struktur liat tanah pecah merekah.

3. Pemasangan Perangkap Feromon Seksual Sintetik

Untuk melenyapkan populasi kumbang jantan penjelajah di hamparan lahan luas:

  • Pasang perangkap feromon sintetik betina (Cylas lure) menggunakan ember plastik bertutup yang digantung setinggi 20 sentimeter di atas permukaan guludan ubi.
  • Pasang 10 hingga 15 perangkap feromon per hektare lahan ubi jalar sejak awal masa tanam.
  • Bau feromon memikat jutaan kumbang moncong jantan terbang masuk ke dalam corong ember berisi air sabun di dasarnya hingga mati tenggelam. Ketiadaan kumbang jantan membuat populasi kumbang betina gagal kawin dan musnah secara bertahap tanpa menyisakan larva di dalam umbi ubi jalar panen.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk Agritani

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.