Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Panduan Budidaya Padi Gogo: Solusi Panen Beras di Lahan Kering

Teknik budidaya padi gogo di lahan tegalan kering tanpa genangan air: varietas tahan naungan Inpago, sistem tugal larik, dan pemupukan fosfat berimbang.

Oleh Arif PrabowoTerbit 4 menit bacapadi
Ilustrasi padi: Panduan Budidaya Padi Gogo: Solusi Panen Beras di Lahan Kering
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.
Catatan Lapangan

Inti Sari Pembahasan (Key Takeaways)

  1. Padi gogo adalah varietas padi adaptif yang dibudidayakan di lahan kering (tegalan atau lereng) sepenuhnya mengandalkan curah hujan alami.
  2. Kunci sukses bertani padi gogo bertumpu pada pemilihan varietas unggul toleran kekeringan (Inpago) dan sistem tanam larik tugal teratur.
  3. Tantangan terbesar berupa serangan penyakit blas daun dan persaingan gulma darat, yang diatasi dengan perlakuan benih fungisida dan herbisida pra-tumbuh.

Di tengah ancaman perubahan iklim dan semakin menyusutnya areal sawah beririgasi teknis akibat alih fungsi lahan, menanam padi tidak lagi harus terpaku pada sawah berlumpur becek. Di berbagai pelosok tanah air, hamparan bukit tegalan kering dan lahan sela perkebunan karet atau kelapa sawit muda menjadi tumpuan panen pangan melalui budidaya Padi Gogo (Upland Rice).

Padi gogo adalah kelompok kultivar padi yang memiliki sistem perakaran dalam dan dinding sel adaptif, sanggup tumbuh subur dan menghasilkan malai gabah padat berisi murni mengandalkan curahan air hujan tanpa membutuhkan genangan air sama sekali.

Dengan menerapkan paket teknologi budidaya yang presisi, produktivitas padi gogo modern mampu menembus angka 5 hingga 7 ton gabah kering panen (GKP) per hektar, membantah mitos lama bahwa padi lahan kering selalu berproduksi rendah.

1. Seleksi Varietas Unggul Adaptif Lahan Kering

Keberhasilan bertanam padi gogo 60% ditentukan oleh ketepatan memilih varietas benih. Jangan pernah menggunakan benih padi sawah biasa (seperti Ciherang atau Inpari) di lahan kering karena akarnya pendek dan rentan mandul saat kekurangan air:

  • Gunakan Varietas Seri Inpago (Inbrida Padi Gogo):
    • Inpago 8, 9, dan 10: Memiliki keunggulan perakaran menghujam dalam menembus lapisan tanah keras, sangat toleran terhadap keracunan aluminium di tanah masam Podsolik, dan tahan terhadap infeksi jamur blas (Pyricularia oryzae).
    • Inpago 12 dan Luhur 1: Memiliki postur batang kokoh tahan rebah dengan umur panen genjah (sekitar 110–115 hari) dan tekstur nasi pulen yang disukai pasar.

2. Pengolahan Tanah dan Sistem Tanam Tugal Larikan

  • Olah Tanah Ringan Berkelanjutan: Bajak lahan tegalan sedalam 15–20 cm untuk menggemburkan lapisan olah dan membalikkan gulma. Buat parit drainase keliling selebar 30 cm agar air hujan lebat tidak mengikis lapisan tanah atas (erosi limpasan).
  • Sistem Tanam Tugal Larikan Teratur (Bukan Hambur Asalan):
    • Hindari menebar benih secara acak karena akan menyulitkan proses penyiangan rumput liar.
    • Tanam benih menggunakan tongkat tugal kayu dengan jarak tanam teratur: 25 cm antar-baris dan 15–20 cm di dalam barisan (atau sistem jajar legowo 2:1 untuk populasi tanaman lebih tinggi).
    • Masukkan 3 hingga 5 butir benih bernas per lubang tugal pada kedalaman 3–4 cm, lalu tutup lubang menggunakan pupuk kandang matang atau abu sekam (jangan dipadatkan dengan injakan kaki).

3. Manajemen Pemupukan Khusus Lahan Kering

Tanah lahan kering tropis umumnya didominasi tanah masam yang miskin unsur Fosfor (PP) dan Kalium (KK):

  • Pemupukan Dasar: Saat penanaman, berikan pupuk fosfat alam (Rock Phosphate) atau SP-36 dengan dosis 100–150 kg/ha dan kapur dolomit 1 ton/ha. Fosfat mutlak diberikan sejak awal untuk merangsang pemanjangan akar tunggang mencari air di lapisan tanah dalam.
  • Aplikasi Pupuk Nitrogen Bertahap: Jangan menebar pupuk Urea sekaligus banyak karena mudah menguap di tanah kering. Bagi dosis Urea (200 kg/ha) menjadi tiga tahap: sepertiga dosis saat tanaman berumur 14 HST, sepertiga saat pembentukan anakan aktif (30 HST), dan sepertiga saat fase bunting menjelang keluar malai (50 HST).

4. Pengendalian Gulma Darat dan Penyakit Blas

  • Aplikasi Herbisida Pra-Tumbuh: 1 sampai 2 hari setelah tugal sebelum benih berkecambah, semprotkan herbisida pra-tumbuh berbahan aktif pendimetalin atau oksifluorfen untuk menidurkan biji rumput liar selama 3–4 pekan pertama.
  • Pemberian Pupuk Silika Melawan Jamur Blas: Penyakit blas daun dan patah leher malai adalah musuh nomor satu padi gogo saat udara lembap berkabut. Semprotkan pupuk silika larut secara rutin sejak fase vegetatif akhir untuk mempertebal lapisan kutikula daun sehingga spora jamur tidak mampu menembus sel.

5. FAQ Budidaya Padi Gogo

Bolehkah padi gogo ditanam secara tumpangsari di sela tanaman pokok perkebunan?
Sangat boleh dan sangat menguntungkan. Padi gogo sangat ideal ditanam sebagai tanaman sela (intercropping) di antara gawangan pohon kelapa sawit atau karet yang masih muda (usia TBM 1–3 tahun) sebelum tajuk pohon saling menutup rapat. Petani mendapatkan panen beras untuk konsumsi keluarga sekaligus menjaga gawangan kebun tetap bersih dari semak belukar liar.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk untuk padi

Produk lain: AussieBENSU

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.