Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Teknik Tanam Padi Sistem Jajar Legowo 2:1 Produktivitas Tinggi

Panduan sistem tanam jajar legowo 2:1 pada padi sawah: memanfaatkan efek tanaman pinggir, meningkatkan populasi rumpun, dan mempermudah pemupukan.

Oleh Arif PrabowoTerbit 3 menit bacapadi
Ilustrasi padi: Teknik Tanam Padi Sistem Jajar Legowo 2:1 Produktivitas Tinggi
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.

Dalam budidaya padi sawah (Oryza sativa) irigasi teknis di Indonesia, sistem tanam konvensional tegel bujur sangkar (seperti jarak 20 x 20 cm atau 25 x 25 cm) yang telah diterapkan turun-temurun sering kali memiliki keterbatasan biologis: kanopi daun di tengah hamparan petak menjadi teramat rimbun dan saling menaungi (shading), sirkulasi angin macet, dan kelembapan di pangkal batang menjadi sangat tinggi yang memicu ledakan penyakit hawar pelepah (Rhizoctonia solani) serta persembunyian nyaman bagi hama wereng batang coklat.

Penerapan inovasi Sistem Tanam Jajar Legowo 2:1 (Jarwo 2:1) yang dirilis oleh Badan Litbang Pertanian (Kementan) terbukti mampu meningkatkan produktivitas panen gabah kering panen (GKP) antara 15 hingga 25 persen per hektare melalui manipulasi tata ruang kanopi dan rekayasa biologis efek tanaman pinggir.

1. Prinsip Ilmiah: Memaksimalkan Efek Tanaman Pinggir (Border Effect)

Petani cerdas tentu sering mengamati bahwa rumpun padi yang tumbuh di barisan paling pinggir dekat pematang sawah selalu tumbuh jauh lebih subur: batangnya lebih kekar tebal, anakan produktifnya lebih banyak, dan malai padinya terisi butir gabah yang padat bernas. Fenomena ini disebut sebagai Efek Tanaman Pinggir (Border Effect):

  1. Penangkapan Foton Cahaya Matahari Maksimal: Barisan tanaman pinggir menerima radiasi sinar matahari penuh tanpa terhalang kanopi rumpun tetangga. Laju fotosintesis di daun bendera meningkat hingga 35 persen, menghasilkan energi yang melimpah untuk memompa pengisian gabah.
  2. Lorong Sirkulasi Udara Bebas: Di antara barisan tanaman terdapat lorong kosong terbuka yang melancarkan aliran udara segar. Karbondioksida (CO2CO_2) yang dibutuhkan fotosintesis selalu terbarukan, dan suhu mikro kanopi menjadi lebih sejuk kering.
  3. Menekan Hama Wereng dan Jamur: Wereng coklat dan spora jamur sangat membenci lingkungan yang terang benderang dan berangin kencang. Lorong legowo memusnahkan iklim mikro gelap lembap yang disukai wereng.

2. Konfigurasi Jarak Tanam Sistem Jajar Legowo 2:1

Pola penataan sistem legowo 2:1 memiliki aturan geometris baku:

  • Definisi Pola 2:1: Setiap dua baris tanaman padi diselingi oleh satu lorong kosong melompong, dan jarak tanam pada barisan pinggir dirapatkan menjadi separuh jarak tanam standar.
  • Ukuran Dimensi Standar (20 x 10 x 40 cm):
    • Jarak tanam antar barisan tanaman di dalam legowo: 20 sentimeter.
    • Jarak tanam di dalam baris (maju ke depan): dirapatkan menjadi 10 sentimeter.
    • Lebar lorong kosong antar kelompok legowo: 40 sentimeter.
  • Peningkatan Populasi Rumpun: Banyak petani keliru menduga bahwa menyisakan lorong kosong 40 cm akan mengurangi jumlah rumpun padi di sawah. Kenyataannya, dengan merapatkan jarak dalam baris menjadi 10 cm, populasi tanaman padi justru meningkat sebesar 33 persen, yaitu dari 160.000 rumpun per hektare (pada sistem tegel 25 x 25 cm) melonjak menjadi 213.300 rumpun per hektare pada sistem jajar legowo 2:1. Seluruh rumpun padi dalam sistem ini berada di barisan pinggir yang menikmati efek border effect.

3. Efisiensi Kerja Operasional di Lapangan

Selain mendongkrak tonase gabah, sistem jajar legowo 2:1 memberikan kemudahan kerja luar biasa bagi petani:

  • Kemudahan Pemupukan Susulan dan Semprot Hama: Petani dapat berjalan leluasa di lorong kosong 40 cm saat menyebarkan pupuk urea/NPK atau menggendong tangki semprot sprayer tanpa perlu menginjak-injak rumpun padi yang sedang tumbuh.
  • Aplikasi Pupuk Terarah di Lorong: Pupuk tabur dapat ditaburkan tepat di sepanjang parit lorong legowo dekat perakaran tanaman pinggir, meningkatkan efisiensi serapan hara akar tanaman.
  • Kemudahan Penyiangan Menggunakan Alat Matun Landak / Gasrok: Lorong selebar 40 cm dapat dimasuki alat penyiang gulma mekanik bergigi putar (landak / gasrok rotary weeder) secara mulus, menghemat waktu dan ongkos tenaga kerja penyiangan rumput liar hingga 50 persen dibanding sistem tegel biasa.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk untuk padi

Produk lain: AussieBENSU

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.