Di kalangan pekebun durian (Durio zibethinus), tidak ada penyakit yang lebih ditakuti dan menghancurkan selain Kanker Batang atau yang populer di Jawa disebut sebagai penyakit Blendok. Tanaman durian unggul yang dibeli dengan harga bibit mahal dan telah dirawat bertahun-tahun hingga mulai belajar berbuah lebat mendadak mengeluarkan cairan lendir kental berbau karat kemerahan dari celah kulit batang bawahnya. Kulit kayu yang terinfeksi berubah warna menjadi basah kehitaman, membusuk lunak, dan jika luka melingkari seluruh lingkar batang (girdling), seluruh tajuk pohon durian akan layu mendadak, daun rontok gundul, dan pohon mati kaku dalam tempo beberapa minggu.
Penyakit mematikan ini dipicu oleh serangan pseudojamur tanah Oomycota, yaitu Phytophthora palmivora, yang juga menjadi biang kerok penyakit busuk akar dan busuk buah durian.
1. Gejala Klinis dan Cara Infeksi Jamur Phytophthora
Infeksi kanker batang durian berlangsung secara licik dan agresif di bawah kulit kayu:
- Luka Batang Berlendir (Gumming): Gejala awal tampak berupa bintik basah gelap pada kulit batang utama atau pangkal cabang dekat tanah. Dari retakan kulit tersebut, merembes keluar lendir getah kental berwarna cokelat kemerahan atau seperti karat besi yang mengering menjadi kerak keras.
- Nekrosis Lapisan Kambium: Ketika kulit batang yang bergejala disayat dengan pisau, lapisan kambium di bawahnya tidak lagi berwarna putih kehijauan segar, melainkan telah membusuk menjadi cokelat kemerahan bergaris-garis hitam. Pembusukan kambium ini memutus jalur distribusi hara floem dari daun ke akar, membuat perakaran kelaparan dan membusuk massal.
- Pemicu Kelembapan Tanah dan Genangan: Jamur Phytophthora memproduksi zoospora kembara yang berenang di lapisan air tanah. Lahan kebun durian yang drainasenya buruk, piringan pohon yang tergenang sehabis hujan lebat, atau penanaman bibit durian yang leher akarnya tertimbun tanah terlalu dalam adalah faktor pemicu utama meledaknya serangan blendok.
2. Teknik Pengobatan Fisik: Metode Kerok dan Labur Pasta
Bila luka kanker batang durian belum melingkari lebih dari separuh diameter batang, pohon masih dapat diselamatkan melalui pembedahan sanitasi:
- Pengerokan Kulit Kayu Busuk: Gunakan sabit lengkung atau pahat kayu yang sangat tajam dan telah disterilkan dengan api atau alkohol. Kerok seluruh jaringan kulit dan kambium yang membusuk berwarna cokelat karat hingga tampak lapisan kayu yang benar-benar bersih, putih, dan sehat. Kerokan harus melebar sekitar 2 hingga 3 sentimeter keluar dari batas pinggiran luka busuk.
- Pembakaran / Pemusnahan Serpihan Kerokan: Kumpulkan seluruh serpihan kulit kayu busuk hasil kerokan ke dalam wadah, lalu bakar di tempat yang jauh dari kebun durian agar spora tidak menyebar tertiup angin.
- Pelaburan Pasta Fungisida Pelindung: Campurkan fungisida berbahan aktif tembaga hidroksida atau mankozeb bersama perekat perata atau cat tembok putih berbahan dasar air hingga membentuk adonan pasta kental menyerupai pasta gigi. Kuaskan pasta tebal-tebal ke seluruh area permukaan luka kayu yang telah dikerok. Lapisan pasta tembaga ini membunuh sisa-sisa miselium jamur dan melindungi jaringan kambium baru dari infeksi ulang air hujan.
3. Penyelamatan Sistemik Melalui Infus Batang (Trunk Injection)
Untuk pohon durian berukuran besar dengan infeksi mendalam di pembuluh kayu teras:
- Lakukan pengeboran pada batang sehat berjarak 30 cm di atas luka kanker menggunakan mata bor ukuran 6 mm sedalam 4 hingga 5 cm miring ke bawah.
- Masukkan jarum suntik mikro khusus dan alirkan larutan fungisida sistemik berbahan aktif Asam Fosfit (potassium phosphite) atau Aluminium Fosetil konsentrasi 10% (dosis 15 hingga 20 ml larutan per lubang bor).
- Senyawa fosfit diserap cepat oleh pembuluh xilem menuju tajuk daun, lalu dialirkan kembali melalui floem ke seluruh jaringan kambium akar dan batang. Molekul fosfit memacu sel tanaman memproduksi fitoaleksin pelindung alami dan menghentikan pertumbuhan hifa Phytophthora dari dalam tubuh tanaman durian.


