Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Pengendalian Lalat Buah Bactrocera dorsalis pada Mangga

Strategi terpadu atasi lalat buah pada mangga: pemikat metil eugenol untuk lalat jantan, pembrongsongan buah dengan kertas semen, dan umpan protein.

Oleh Arif PrabowoTerbit 4 menit bacamangga
Ilustrasi mangga: Pengendalian Lalat Buah Bactrocera dorsalis pada Mangga
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.

Bagi petani mangga (Mangifera indica), terutama varietas unggul seperti Gedong Gincu, Arum Manis, dan Manalagi, kehadiran lalat buah (Bactrocera dorsalis) adalah momok kehancuran pascapanen nomor satu. Sering kali buah mangga di pohon tampak mulus, besar, dan matang ranum dari luar. Namun, saat buah dipetik dan dipotong, daging buah di sekitar biji telah hancur membusuk berlendir cair, berwarna cokelat menjijikkan, dan dipenuhi puluhan ekor belatung putih yang menggeliat aktif. Buah yang tersengat lalat buah akan rontok prematur sebelum masak komersial, menimbulkan kerugian panen mencapai 50 hingga 80 persen dan mengakibatkan penolakan total pada pasar ekspor buah segar.

Kerusakan ini bersumber dari lalat buah betina yang menusukkan alat peletak telurnya (ovipositor) yang menyerupai jarum suntik menembus kulit buah mangga untuk menanam ratusan butir telur di dalam daging buah.

1. Bioekologi dan Perilaku Penyerangan Lalat Buah

Pengendalian lalat buah yang sukses menuntut strategi yang memahami perilaku serangga:

  1. Sensitivitas Terhadap Aroma Buah Matang: Lalat buah dewasa betina tertarik pada aroma senyawa volatil ester yang dipancarkan oleh buah mangga yang mulai memasuki fase pematangan (umur buah sekitar 60-70 hari setelah bunga mekar).
  2. Daya Rusak Larva / Belatung: Telur lalat menetas dalam tempo 24 hingga 36 jam. Belatung (maggot) yang rakus langsung memakan daging buah sambil mengeluarkan bakteri pembusuk simbion. Selama 7 hingga 10 hari, belatung mencerna daging buah hingga berongga busuk.
  3. Fase Pupa di Dalam Tanah: Setelah dewasa, belatung meloncat keluar menembus kulit buah yang membusuk, menjatuhkan diri ke tanah kebun, dan mengubur diri sedalam 2 hingga 5 sentimeter untuk berubah menjadi kepompong pupa berkulit keras selama 10 hingga 12 hari sebelum menetas menjadi lalat dewasa baru yang siap terbang memburu buah sehat lainnya.

2. Tiga Jurus Utama Pengendalian Ramah Lingkungan

Karena telur dan larva berada di dalam daging buah tertutup, menyemprotkan insektisida kimia racun kontak ke tajuk pohon tidak akan pernah mematikan belatung di dalam buah, melainkan hanya membunuh serangga predator penyerbuk bunga:

  • Pembrongsongan Buah (Fruit Bagging): Metode fisik paling mutlak menjamin buah mulus bebas sengatan 100%. Bungkus dompolan buah mangga muda berukuran sebesar telur ayam (panjang 5-7 cm) menggunakan kantong kertas khusus (seperti kertas payung berlapis lilin atau kantong bekas bungkus semen dua lapis). Ikat pangkal tangkai kantong rapat-rapat. Pembrongsongan melindungi kulit buah dari sengatan ovipositor lalat sekaligus menghasilkan kulit buah mangga yang mulus bersih tanpa bercak noda getah.
  • Perangkap Atraktan Metil Eugenol (Male Annihilation Technique): Lalat jantan memiliki nafsu biologis tak tertahankan terhadap senyawa aroma Metil Eugenol. Teteskan 1 mililiter cairan metil eugenol pada gumpalan kapas bersih, lalu masukkan kapas ke dalam botol plastik bekas air mineral yang telah dilubangi corong masuk di sisi sampingnya. Pasang 15 hingga 20 botol perangkap per hektare di pinggiran kebun mangga. Ribuan lalat jantan akan masuk dan terperangkap mati, memutus perkawinan sehingga lalat betina di kebun hanya bertelur infertil yang tidak dapat menetas.
  • Aplikasi Umpan Protein Hidrolisat (Bait Application Technique): Lalat buah betina yang baru keluar dari pupa membutuhkan asupan protein tinggi untuk mematangkan sel telurnya. Campurkan cairan limbah ragi protein hidrolisat dengan sedikit insektisida hayati atau racun lambung berbahan aktif spinosad (dosis 1 ml per liter). Semprotkan titik-titik umpan (spot spraying) pada dedaunan pohon penaung di sudut kebun. Lalat betina akan datang menjilati cairan protein beracun dan mati sebelum sempat menyengat buah mangga.

3. Sanitasi Kebun dan Pengolahan Tanah Piringan

Memutus siklus kepompong di dalam tanah piringan pohon mangga:

  • Kumpulkan seluruh buah mangga yang rontok berserakan di tanah kebun setiap dua hari sekali. Jangan biarkan belatung di dalam buah rontok merayap masuk ke dalam tanah. Masukkan seluruh buah rontok ke dalam tong tertutup rapat atau kubur sedalam minimal 60 sentimeter.
  • Cangkul dangkal atau bajak piringan tanah di bawah kanopi pohon mangga secara berkala saat musim kemarau. Tindakan ini membalik lapisan tanah atas, menyingkap kepompong pupa lalat buah ke permukaan tanah hingga mati terpanggang terik sinar matahari atau dimangsa oleh kawanan semut dan ayam liar.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk untuk mangga

Produk lain: KojienBENSUSaratoga

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.