Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Perangkap Feromon Spodolure: Deteksi Dini Ulat Grayak

Cara kerja perangkap feromon sintetis Spodolure memikat ngengat jantan Spodoptera: pantau populasi ulat grayak, putus perkawinan, dan hemat pestisida.

Oleh Arif PrabowoTerbit 3 menit bacabawang merah
Ilustrasi bawang merah: Perangkap Feromon Spodolure: Deteksi Dini Ulat Grayak
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.

Di sentra budidaya bawang merah (seperti Brebes, Nganjuk, dan Bima), ulat grayak (Spodoptera exigua dan Spodoptera litura) adalah musuh utama yang paling menguras modal petani. Larva ulat masuk melubangi rongga daun bawang merah dan memakan jaringan hijau daun dari dalam, meninggalkan daun terkulai putih transparan seperti pipa kosong (daun menerawang).

Banyak petani terjebak dalam lingkaran setan penyemprotan insektisida kimia setiap hari (penyemprotan kalender) yang memicu kekebalan hama super resisten dan memakan biaya hingga jutaan rupiah per hektare. Teknologi Perangkap Feromon Seks (Sex Pheromone Trap) Menggunakan Umpan Spodolure hadir sebagai alat monitoring populasi sekaligus perangkap massal yang memutus siklus perkawinan ngengat secara ramah lingkungan.

1. Prinsip Biologi: Memanipulasi Komunikasi Seksual Ngengat

Feromon adalah senyawa kimia alami yang dikeluarkan oleh serangga betina ke udara untuk memikat serangga jantan dari jarak ratusan meter:

  1. Atraktan Sintetis Spodolure: Umpan Spodolure berupa kapsul karet karet silikon kecil yang mengandung senyawa feromon sintetis identik dengan aroma pemikat alami ngengat betina Spodoptera.
  2. Kekuatan Daya Pikat Jarak Jauh: Aroma feromon yang menguap dari kapsul terbawa angin menyusuri hamparan petak bawang merah. Ngengat ulat grayak jantan yang terbang malam hari akan tertipu, mengira ada ribuan betina siap kawin di titik perangkap tersebut.
  3. Ngengat jantan terbang mendekati sumber aroma, menabrak dinding penahan perangkap, lalu terperosok jatuh ke dalam kantong penampung air sabun atau corong perangkap tanpa bisa terbang keluar lagi.
  4. Pemutusan Rantai Perkawinan (Mating Disruption): Matinya ribuan ngengat jantan di dalam perangkap membuat ngengat betina di kebun tidak terbuahi secara optimal, menurunkan persentase penetasan telur ulat grayak di daun bawang hingga lebih dari 70 persen.

2. Konstruksi dan Cara Pemasangan Perangkap Corong

Membuat instalasi perangkap feromon di lahan sawah sangat sederhana dan berbiaya murah:

  • Komponen Perangkap: Gunakan perangkap tipe corong bersayap (funnel trap) atau modifikasi botol air mineral plastik kapasitas 1,5 liter yang dilubangi jendela ventilasi selebar 3x4 sentimeter di bagian leher atas botol.
  • Gantung Kapsul Feromon: Gantungkan kapsul karet Spodolure menggunakan kawat halus di bagian tengah leher perangkap, terlindung di bawah tutup payung agar tidak terkena guyuran air hujan langsung.
  • Cairan Penenggelam: Isi dasar botol perangkap dengan air bersih setinggi 3 sentimeter yang dicampur sedikit detergen bubuk atau sabun cair. Sabun merusak tegangan permukaan air, memastikan ngengat yang jatuh langsung tenggelam mati tanpa bisa merayap keluar.
  • Kepadatan Titik Pasang:
    • Untuk tujuan monitoring deteksi dini: Pasang 4 hingga 8 perangkap per hektare.
    • Untuk tujuan penangkapan massal (mass trapping): Pasang 16 hingga 24 perangkap per hektare secara merata di atas bedengan bawang.
  • Pasang perangkap pada tiang bambu dengan ketinggian kapsul feromon sekitar 20 hingga 30 sentimeter di atas tajuk daun bawang merah mengikuti tinggi pertumbuhan tanaman.

3. Menghitung Ambang Kendali untuk Efisiensi Semprot

Kapsul feromon bertahan melepaskan aroma memikat secara stabil selama 30 hingga 45 hari di lahan terbuka:

  • Periksa dan catat jumlah ngengat jantan yang terperangkap di setiap botol setiap 2 hari sekali, lalu buang bangkai ngengat agar tidak membusuk menyumbat corong.
  • Ambang Batas Pengendalian: Jika tangkapan ngengat di perangkap masih di bawah 10 ekor per malam, populasi ulat grayak di daun masih terkendali aman dan penyemprotan insektisida kimia sama sekali tidak diperlukan.
  • Begitu tangkapan ngengat melonjak di atas 20 ekor per perangkap per malam, ini adalah tanda peringatan bahwa ledakan telur ulat akan menetas 3 hari ke depan. Petani cukup menyemprotkan bioinsektisida hayati (Beauveria bassiana atau Bacillus thuringiensis) secara terarah tepat pada sasaran larva instar awal yang baru menetas.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk untuk bawang merah

Produk lain: AussieKojien

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.