Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Sistem Tanpa Olah Tanah TOT pada Budidaya Jagung Pakan

Panduan budidaya jagung sistem Tanpa Olah Tanah (TOT): penyiapan herbisida pra-tanam, penugalan benih langsung, dan penghematan biaya traktor hingga 60%.

Oleh Arif PrabowoTerbit 4 menit bacajagung
Ilustrasi jagung: Sistem Tanpa Olah Tanah TOT pada Budidaya Jagung Pakan
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.

Dalam budidaya jagung hibrida (Zea mays) komersial skala luas, pos pengeluaran terbesar yang sering menguras modal tunai petani sebelum benih ditanam adalah biaya pengolahan tanah: sewa traktor bajak singkal, sewa bajak rotari piringan, dan upah tenaga kerja pencangkulan guludan. Selain memakan waktu hingga dua minggu, pembajakan tanah secara intensif setiap musim tanam di daerah tropis justru memicu degradasi struktur tanah yang berbahaya: lapisan humus permukaan cepat teroksidasi hilang ke atmosfer, memicu erosi lapisan olah saat hujan lebat, dan mempercepat pembentukan lapisan padas keras (hardpan) di bawah lintasan roda traktor.

Penerapan Sistem Tanpa Olah Tanah (TOT / Zero Tillage) menawarkan revolusi agronomis yang terbukti mampu memangkas biaya persiapan lahan hingga 50 sampai 60 persen, mempercepat waktu tanam hingga hitungan hari setelah panen padi, sekaligus mempertahankan kelembapan air tanah kapiler di musim kemarau.

1. Prinsip Konservasi Tanah dan Air pada Sistem TOT

Sistem TOT bukan berarti membiarkan lahan terlantar tanpa persiapan, melainkan meniru ekologi lantai hutan alami:

  1. Mempertahankan Struktur Pori Makro Alami: Tanah yang tidak dibajak mempertahankan terowongan-terowongan biopori alami yang dibentuk oleh cacing tanah dan perakaran tanaman musim sebelumnya. Lubang biopori ini berfungsi sebagai saluran drainase air yang lancar saat hujan dan jalur masuk oksigen bagi perakaran jagung baru.
  2. Mulsa Organik Serasah Penahan Penguapan: Batang jerami padi atau sisa brangkasan jagung musim lalu yang direbahkan di atas tanah bertindak sebagai selimut mulsa organik tebal. Selimut serasah ini memantulkan radiasi panas matahari, menurunkan suhu tanah permukaan hingga 4 derajat Celsius, dan menghentikan penguapan air tanah di musim kemarau.
  3. Peningkatan Karbon Organik Tanah Jangka Panjang: Dekomposisi lambat serasah tanaman di permukaan tanah secara bertahap meningkatkan kandungan C-organik tanah dan kapasitas tukar kation (KTK), menyuburkan mikroba tanah menguntungkan.

2. Protokol Pengendalian Gulma Pra-Tanam

Keberhasilan sistem TOT bertumpu sepenuhnya pada kebersihan lahan dari persaingan gulma liar sebelum benih ditugal:

  • Aplikasi Herbisida Sistemik Glifosat (7-10 Hari Pra-Tanam):
    • Semprotkan herbisida sistemik purna-tumbuh berbahan aktif Glifosat (isopropilamina glifosat 480 g/L) dengan dosis 3 hingga 4 liter per hektare (sekitar 100 hingga 120 ml per tangki semprot 16 liter) secara merata ke seluruh hamparan gulma rumput liar atau tunggul jerami padi.
    • Glifosat diserap oleh daun gulma dan ditranslokasikan ke ujung perakaran, mematikan seluruh sistem perakaran rumput teki dan alang-alang hingga membusuk tuntas.
  • Aplikasi Herbisida Kontak Parakuat (Bila Gulma Berdaun Lebar Sangat Tebal): Bila hamparan dipenuhi gulma berdaun lebar berkayu lunak, campurkan glifosat dengan herbisida kontak parakuat atau herbisida selektif 2,4-D untuk mempercepat pembakaran tajuk hijau gulma dalam tempo 24 jam.
  • Biarkan serasah gulma yang mati mengering kecokelatan merebah di atas tanah sebagai lapisan mulsa alami sebelum penugalan dimulai.

3. Teknik Penugalan Benih dan Pemupukan Presisi

Penanaman jagung pada lahan TOT membutuhkan ketelitian mekanis:

  • Penugalan Langsung (Direct Dibbling): Buat lubang tanam menggunakan tongkat tugal kayu berujung runcing atau alat tugal dorong beroda (corn planter hand tool). Tancapkan tugal menembus lapisan serasah hingga kedalaman 3 sampai 5 sentimeter. Masukkan 1 butir benih jagung hibrida unggul per lubang dengan jarak tanam standar 70 x 20 sentimeter.
  • Tutup Lubang Menggunakan Kompos Halus: Jangan menutup lubang tugal dengan gumpalan tanah liat keras. Tutup lubang benih menggunakan segenggam pupuk kandang matang atau abu sekam yang dicampur sedikit insektisida butiran karbofuran untuk mencegah semut dan orong-orong memakan benih jagung.
  • Aplikasi Herbisida Pra-Tumbuh (Pre-Emergence): Tepat 1 hari setelah benih ditugal sebelum kecambah jagung muncul ke permukaan, semprotkan herbisida pra-tumbuh berbahan aktif Atrazin dosis 2 kg/ha. Atrazin membentuk lapisan pelindung di permukaan tanah yang mematikan biji-biji gulma liar yang baru berkecambah selama 30 hari pertama, memberi waktu bagi tanaman jagung muda tumbuh dominan tanpa tersaingi rumput liar.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk untuk jagung

Produk lain: AussieKojien

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.