Sejak kemunculannya pertama kali di Indonesia beberapa tahun lalu, hama Ulat Grayak Jagung atau Fall Armyworm (FAW / Spodoptera frugiperda) telah menjadi momok mengerikan bagi petani jagung di seluruh nusantara.
Berbeda dengan ulat lokal biasa, ulat pendatang ini memiliki nafsu makan luar biasa rakus. Dalam satu malam, segerombolan larva ulat FAW dapat melubangi pucuk daun muda (pupus) dan mengerat titik tumbuh tanaman jagung hingga tanaman patah mati dan gagal membentuk tongkol.
[!NOTE] Inti Sari Pembahasan (Key Takeaways)
- Ulat grayak jagung bersembunyi di dalam gulungan kuncup daun muda, terlindung oleh tumpukan kotoran menyerupai serbuk gergaji.
- Menyemprotkan insektisida kimia secara melayang di atas daun tidak akan mengenai tubuh ulat yang bersarang di dalam corong kuncup.
- Kunci pembasmian bertumpu pada teknik semprot langsung ke lubang pupus, aplikasi bioinsektisida Bt, dan penaburan abu sekam halus.
Ciri Khas Mengenali Ulat Grayak FAW
Untuk memastikan apakah tanaman jagung Anda diserang ulat tentara FAW atau ulat biasa, periksa ciri-ciri fisik berikut pada larva dewasa:
- Tanda Huruf ‘Y’ Terbalik di Kepala: Pada bagian kepala ulat terdapat garis putih tegas menyerupai huruf ‘Y’ terbalik.
- Empat Titik Hitam Berbentuk Bujur Sangkar: Di ruas kedua dari belakang ekor ulat terdapat empat bintik hitam timbul yang membentuk pola bujur sangkar sempurna.
- Tumpukan Kotoran Seperti Serbuk Gergaji: Daun pupus jagung terlihat berlubang compang-camping dan dipenuhi gumpalan kotoran basah berwarna coklat menyerupai serbuk gergaji kayu.
Protokol Efektif Membasmi Ulat di Titik Tumbuh
1. Teknik Semprot Tembus Corong (Direct Funnel Spray)
Karena ulat bersembunyi jauh di dalam corong daun, lepaskan spuyer nosel kabut Anda dan ganti dengan nosel aliran lurus berkonsentrasi tinggi. Arahkan stik semprot tegak lurus langsung ke dalam lubang pupus tanaman jagung satu per satu agar cairan obat masuk menggenangi sarang persembunyian ulat.
2. Gunakan Bioinsektisida Bakteri Bt (Bacillus thuringiensis)
Gunakan bioinsektisida berbahan aktif bakteri Bt atau ekstrak jamur entomopatogen Beauveria bassiana. Bakteri Bt memproduksi kristal racun perut alami yang merusak dinding usus ulat seketika setelah ulat memakan jaringan daun yang disemprot. Karena ulat grayak aktif makan di malam hari, lakukan penyemprotan pada sore hari setelah pukul 16.30 agar kristal protein Bt tidak rusak oleh sinar matahari siang.
3. Trik Tradisional: Taburkan Campuran Abu Sekam dan Pasir Halus
Untuk tanaman jagung skala kecil atau saat darurat tanpa pestisida, campurkan abu sekam halus dan pasir sungai kering dengan perbandingan 1:1, lalu taburkan satu sendok teh ke dalam corong kuncup daun jagung. Butiran silika tajam dari abu sekam akan melukai kulit lunak ulat dan menyumbat saluran pernapasan spirakel ulat hingga mati lemas dalam 24 jam.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Mengapa ulat grayak jagung sangat cepat kebal terhadap pestisida kimia sintetis?
Ulat FAW memiliki tingkat reproduksi yang sangat masif; satu ngengat betina mampu bertelur hingga 1.500 butir telur selama masa hidupnya. Penggunaan satu jenis insektisida kimia secara terus-menerus memicu seleksi genetik yang menghasilkan generasi ulat baru yang kebal racun dalam hitungan 2–3 generasi saja.
2. Kapan umur jagung paling kritis harus dijaga dari serangan ulat FAW?
Fase paling kritis adalah masa vegetatif awal antara umur 7 sampai 30 HST saat titik tumbuh tanaman masih lunak. Jika titik tumbuh meristem hancur dimakan ulat pada fase ini, tanaman dipastikan mati dan tidak akan pernah menghasilkan tongkol.
3. Apakah tumpang sari jagung dengan tanaman legum membantu mengendalikan ulat FAW?
Sangat membantu. Menanam jagung berselang-seling dengan tanaman kacang tanah atau kedelai menciptakan habitat bagi serangga musuh alami seperti semut predator dan tawon parasitoid yang aktif memangsa telur dan ulat grayak muda.
Kapan Harus Berkonsultasi?
Bila gejala terus meluas atau respon tanaman tidak membaik setelah tindakan pertama, segera tanyakan langsung ke tim agronomi untuk konfirmasi diagnosis lapangan.
Pengendalian Ulat Grayak Jagung (FAW): Cara Melindungi Titik Tumbuh Tanaman
Tanya Tim Agronomi via WhatsAppDaftar Pustaka (3)
[Tampilkan]
- Russianzi W, Anwar R, Triwidodo H (2021). Biostatistics of fall armyworm Spodoptera frugiperda in maize plants in Bogor, West Java, Indonesia. Biodiversitas.
- Sari S, Suliansyah I, Nelly N, Hamid H, et al. (2021). The occurrence of Spodoptera frugiperda attack on maize in West Pasaman District, West Sumatra, Indonesia. IOP Conf. Series: Earth and Environmental Science.
- Goergen G, Kumar PL, Sankung SB, Togola A, Tamo M (2016). First Report of Outbreaks of the Fall Armyworm Spodoptera frugiperda (J E Smith) (Lepidoptera, Noctuidae), a New Alien Invasive Pest in West and Central Africa. PLOS ONE.
Tentang Penulis
Pengungkapan: Artikel ini ditulis oleh Prof. Arif Prabowo sebagai moderator Jurnal Tani, portal edukasi PT Agritani Internasional, distributor produk nutrisi dan aktivator tanaman.