Lewati ke konten utama
Menu Agritani

Menangkal Penyakit Bulai Jagung: Kenali Gejala Dini dan Strategi Pengendalian Terpadunya

Kenali gejala garis putih bulai jagung serta protokol seed treatment dan drainase terpadu untuk mencegah tanaman mandul gagal panen.

Profesor Pertanian · Moderator Jurnal Tani
Terbit 4 menit bacajagung

Jawaban Singkat

Penyakit bulai pada jagung disebabkan oleh cendawan patogen Peronosclerospora maydis yang menginfeksi stomata dan titik tumbuh tanaman muda. Gejala khas berupa garis klorotik putih kekuningan memanjang sejajar tulang daun disertai lapisan serbuk spora halus di pagi hari. Pengendalian terpadu bertumpu pada perlakuan benih sebelum tanam, penanaman serempak, dan sanitasi tanaman terinfeksi.

Key Takeaways:

  1. Penyakit Bulai (Downy Mildew) pada jagung disebabkan oleh jamur obligat Peronosclerospora maydis yang menyerang titik tumbuh tanaman muda.
  2. Gejala khas berupa garis-garis klorotik putih kekuningan sejajar tulang daun disertai lapisan serbuk spora putih di permukaan bawah daun saat pagi hari.
  3. Tanaman yang terinfeksi sejak umur di bawah 20 hari dipastikan mandul total (tidak membentuk tongkol jagung). Kunci kendali ada pada perlakuan benih (seed treatment) dan aktivasi imun tanaman.

Bagi petani jagung di sentra-sentra produksi seperti Lampung, Jawa Timur, dan Gorontalo, tidak ada momok yang lebih mengerikan dibanding serangan Penyakit Bulai (Downy Mildew).

Penyakit ini mampu menyebar laksana api di musim kemarau basah. Dalam kurun waktu satu minggu saja, hamparan tanaman jagung muda yang semula hijau subur bisa berubah menjadi hamparan daun putih pucat dan mengalami gagal panen (puso) 100%.

1. Mengenal Biologi Jamur Peronosclerospora maydis

Jamur penyebab bulai adalah patogen obligat yang hidup menumpang pada jaringan sel hidup tanaman jagung:

  • Penetrasi Melalui Stomata: Konidia jamur bulai diterbangkan oleh angin malam dan menempel di permukaan daun muda. Dengan bantuan tetesan embun pagi, konidia membentuk tabung kecambah yang menyusup masuk melalui celah stomata daun.
  • Invasi ke Titik Tumbuh (Meristem): Dari daun, miselium jamur merambat masuk ke jaringan pembuluh batang menuju ke titik tumbuh meristem apikal tanaman. Begitu titik tumbuh terkuasai, seluruh daun baru yang keluar akan kehilangan klorofilnya dan berwarna putih kekuningan.

2. Gejala Karakteristik di Lapangan

  • Garis Putih Sejajar Tulang Daun: Daun muda yang baru membuka memperlihatkan garis-garis klorotik memanjang sejajar dengan tulang daun utama.
  • Serbuk Putih Beludru di Bawah Daun: Jika diperiksa pada pagi hari sebelum matahari terbit saat daun masih basah oleh embun, permukaan bawah daun yang menguning dipenuhi serbuk beludru putih halus. Serbuk ini adalah jutaan konidiofor jamur yang siap diterbangkan angin ke tanaman tetangga.
  • Tongkol Tidak Terbentuk (Mandul): Tanaman yang terserang sebelum umur 20 HST tidak akan pernah mengeluarkan bunga jantan atau tongkol buah, dan bentuk tanamannya menjadi kaku kurus menyerupai alang-alang.

3. Protokol Pencegahan Terpadu Bulai Agritani

  1. Perlakuan Benih (Seed Treatment): Jangan menanam benih jagung tanpa perlakuan awal! Campurkan benih dengan formula biostimulan antijamur sebelum ditanam di tanah untuk melindungi kecambah muda selama 15 hari pertama yang kritis.
  2. Kompak Waktu Tanam: Lakukan penanaman serentak dalam satu hamparan areal kebun (selisih waktu tanam maksimal 10 hari) agar tidak ada tanaman muda yang menjadi sasaran empuk spora dari kebun sebelah yang lebih tua.
  3. Eradikasi Tanaman Terserang Dini: Jika melihat ada 1 atau 2 tanaman muda bergejala bulai, segera cabut tanaman tersebut beserta akarnya hingga bersih, masukkan ke dalam karung tertutup, dan musnahkan jauh dari kebun.
  4. Semprotkan Nutrisi Penguat Imunitas: Semprotkan nutrisi aktivator sel berbasis bio-enzim dan seng-sulfur secara rutin pada umur 10, 18, dan 25 HST untuk mempertebal lapisan kutikula daun sehingga spora bulai gagal menembus stomata.

4. Tindakan Cepat Saat Menemukan Tanaman Jagung Bergejala Bulai

Penyakit bulai menyebar melalui spora yang diterbangkan angin sepoi-sepoi pagi hari. Jika Anda melihat satu atau dua pohon jagung mulai bergaris putih, segera lakukan protokol isolasi berikut:

  • Cabut dan Masukkan ke Kantong Plastik di Tempat: Jangan langsung mencabut dan mengibaskan tanaman jagung yang terkena bulai di tengah kebun! Tindakan itu akan menerbangkan jutaan konidia spora ke tanaman jagung di sekelilingnya. Bungkus pohon sakit dengan kantong plastik hitam dari atas, ikat rapat pangkalnya, baru cabut akarnya dan bawa keluar kebun untuk dibakar.
  • Kocorkan Agens Hayati ke Tanaman Tetangga: Semprot dan kocorkan larutan penginduksi kekebalan atau agens hayati ke barisan tanaman jagung yang bersebelahan dengan tanaman sakit untuk membentengi stomata daun dari infeksi spora terbang.
  • Atur Tanggul dan Drainase Bedengan: Pastikan tidak ada air hujan yang menggenang di sela barisan jagung, karena kelembapan tanah yang terlalu tinggi memicu sporulasi jamur bulai berkembang biak secara masif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apakah benih jagung hibrida yang bertuliskan tahan bulai dijamin 100% bebas serangan?
Tidak ada varietas benih yang kebal mutlak jika faktor lingkungan sangat ekstrem (misalnya musim kemarau basah dengan kelembapan di atas 90% dan populasi spora di tanah sangat padat). Benih tahan bulai tetap wajib dipadukan dengan perlakuan benih (seed treatment) dan sanitasi lahan yang bersih.

2. Mengapa jagung yang terserang bulai di atas umur 45 HST daunnya tidak selalu memutih total?
Infeksi yang terjadi pada tanaman jagung dewasa yang sudah memiliki jaringan batang kokoh biasanya hanya menimbulkan garis-garis klorotik terbatas pada daun atas tanpa mematikan tongkol, meskipun ukuran tongkol buah yang dihasilkan tetap akan menyusut mengecil.

Kapan Harus Berkonsultasi?

Bila gejala terus meluas atau respon tanaman tidak membaik setelah tindakan pertama, segera tanyakan langsung ke tim agronomi untuk konfirmasi diagnosis lapangan.

Menangkal Penyakit Bulai Jagung: Kenali Gejala Dini dan Strategi Pengendalian Terpadunya

Tanya Tim Agronomi via WhatsApp

Daftar Pustaka (2)

[Tampilkan]
  1. Nirwanto H, Sutikno S (2024). Distribution of Downy Mildew (Peronosclerospora maydis) on Maize Plots Based on Geospatial Approach. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan.
  2. Takahashi K (1981). Distribution and Ultrastructure of Peronosclerospora maydis in Maize Shoot Tips. Phytopathology.

Tentang Penulis

Prof. Arif Prabowo

Profesor Pertanian · Moderator Jurnal Tani

Lihat profil & daftar artikel lengkap

Pengungkapan: Artikel ini ditulis oleh Prof. Arif Prabowo sebagai moderator Jurnal Tani, portal edukasi PT Agritani Internasional, distributor produk nutrisi dan aktivator tanaman.