Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Mengatasi Penyakit Busuk Buah Kakao: Panduan Sanitasi dan Rorak Kebun

Panduan mengendalikan penyakit busuk buah kakao dengan pemangkasan aerasi, sanitasi buah hitam, dan penyemprotan tembaga terpadu.

Oleh Arif PrabowoTerbit 4 menit bacakakao
Ilustrasi kakao: Mengatasi Penyakit Busuk Buah Kakao: Panduan Sanitasi dan Rorak Kebun
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.

Bagi petani kakao di Sulawesi, Sumatra, dan Flores, penyakit Busuk Buah Kakao (BBK) yang disebabkan oleh jamur Phytophthora palmivora adalah pencuri hasil panen nomor satu yang paling merusak.

Dalam musim penghujan yang basah, penyakit ini dapat menyebar laksana wabah kilat. Buah kakao yang semula hijau sehat mendadak berubah warna menjadi coklat kehitaman mulai dari ujung atau pangkal buah. Dalam hitungan hari, bercak coklat tersebut meluas menyelimuti seluruh kulit buah dan membusukkan biji kakao di dalamnya hingga menjadi massa hitam kering yang keras dan tidak laku dijual.

Catatan Lapangan

Inti Sari Pembahasan (Key Takeaways)

  • Jamur Phytophthora menyebar masif melalui cipratan air hujan dari tanah dan perantaraan semut serta serangga pengisap.
  • Buah kakao hitam busuk yang dibiarkan menggantung di dahan adalah sumber jutaan spora renang (zoospora) yang menulari buah sehat.
  • Kunci pengendalian bertumpu pada pemangkasan kanopi aerasi, pemetikan buah busuk secara berkala, dan pembuatan parit rorak.

Mengapa Kebun Kakao Sangat Mudah Terserang Busuk Buah?

Jamur Phytophthora memiliki sifat unik sebagai cendawan air yang membutuhkan lapisan air bebas untuk berkecambah:

  1. Kebun Kakao Terlalu Rimbun dan Gelap: Pohon kakao yang tidak pernah dipangkas berpadu dengan naungan pohon pelindung yang terlalu rapat membuat kebun pengap, dingin, dan lembap sepanjang hari.
  2. Buah Busuk Dibiarkan Menggantung (Mumi Buah): Banyak petani malas memetik buah yang sudah terlanjur busuk hitam karena dianggap tidak bernilai. Buah kering (mumi) ini akan terus memproduksi spora aktif setiap kali terkena tetesan air hujan, memercikkan jutaan spora baru ke buah muda di bawahnya.
  3. Piringan Pohon Tergenang Air: Kurangnya parit pembuangan air membuat lantai kebun becek berlumpur, menciptakan kolam pembiakan spora tanah yang ideal.

3 Langkah Nyata Menghentikan Busuk Buah Kakao

1. Pangkas Tajuk Bentuk ‘Kaki Tiga’ dan Terangi Lantai Kebun

Lakukan pemangkasan produksi secara disiplin:

  • Pangkas cabang cacing (wiwil) dan cabang balik yang menumpuk di tengah tajuk pohon kakao. Bentuk percabangan pohon menyerupai corong terbuka agar sinar matahari pagi menyinari batang utama tempat buah menempel.
  • Pangkas dahan pohon pelindung agar intensitas sinar matahari yang masuk ke kebun mencapai 50–60%. Udara yang berhembus lancar akan mengeringkan permukaan kulit buah kakao dalam 1–2 jam setelah hujan reda.

2. Sanitasi Buah Hitam Seminggu Sekali

Jadikan kegiatan memetik buah sakit sebagai rutinitas mingguan:

  • Petik semua buah kakao yang menunjukkan gejala bercak coklat, sekecil apa pun bercak tersebut.
  • Jangan buang buah busuk di bawah pohon! Kumpulkan di dalam karung, lalu masukkan ke dalam parit rorak penampung serasah sedalam 60 cm dan timbun dengan tanah serta kapur dolomit agar sporanya mati terurai.

3. Semprotkan Formulasi Fungisida Tembaga Kontak

Pada awal musim hujan saat pohon kakao mulai dipenuhi buah muda seukuran pentil hingga kelereng, semprotkan fungisida kontak berbahan aktif tembaga hidroksida (copper hydroxide) atau tembaga oksida. Lapisan ion tembaga pada kulit buah bertindak sebagai perisai pelindung yang meracuni tabung kecambah jamur Phytophthora saat mencoba menembus pori kulit buah kakao.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apakah biji dari buah kakao yang terserang busuk buah masih bisa difermentasi?
Jika pembusukan kulit buah baru dimulai (kurang dari 20% luas kulit) dan lapisan lendir biji di dalam belum menghitam busuk, biji kakao masih bisa diselamatkan untuk difermentasi. Namun jika biji sudah melekat mengeras menjadi arang hitam, biji tersebut harus dibuang karena akan merusak mutu dan cita rasa seduhan cokelat.

2. Mengapa semut hitam sering terlihat lalu-lalang di buah kakao yang busuk?
Semut dan kutu putih (mealybug) sering bersimbiosis di kulit buah kakao. Saat merayap melintasi buah busuk, kaki-kaki semut tertempel ribuan spora jamur Phytophthora dan secara tidak sengaja memindahkannya ke buah-buah kakao sehat di dahan sebelahnya.

3. Kapan waktu paling efektif melakukan pemangkasan pohon kakao?
Waktu terbaik pemangkasan adalah pada akhir musim kemarau menjelang musim penghujan tiba, sehingga saat bunga dan buah muda mulai terbentuk, arsitektur kanopi pohon sudah bersih berangin dan siap menangkal jamur.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk untuk kakao

Produk lain: KojienBENSUSaratoga

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.