Di musim penghujan dengan curah hujan tinggi dan kabut lembap berkepanjangan, petani kakao (Theobroma cacao) sering kali menyaksikan pemandangan memilukan di kebun mereka: buah kakao yang sudah hampir matang mendadak ditumbuhi bercak cokelat kebasahan di bagian ujung atau pangkalnya. Hanya dalam tempo 3 hingga 5 hari, bercak kecil tersebut meluas menyelimuti seluruh kulit buah, berubah menjadi cokelat tua kehitaman, dan dilapisi lapisan serbuk putih berbau asam busuk. Biji di dalamnya membusuk hancur melekat pada dinding buah, mengakibatkan kerugian hasil panen mencapai 40 hingga 80 persen.
Penyakit yang sangat ditakuti ini adalah Busuk Buah Kakao (Black Pod Disease), yang disebabkan oleh pseudojamur Oomycota kelas air, yaitu Phytophthora palmivora.
1. Epidemiologi Penularan Spora Phytophthora di Kebun
Memahami bagaimana patogen Phytophthora menyebar adalah kunci merancang pertahanan kebun yang efektif:
- Spora Kembara Berflagela (Zoospora): Patogen ini memproduksi sporangium yang melepaskan puluhan zoospora berambut cambuk (flagela) yang dapat berenang lincah di dalam lapisan tetesan air hujan pada permukaan kulit buah kakao. Begitu menemukan pori lentisel atau luka mikro, spora segera berkecambah dan menembus jaringan buah dalam 24 jam.
- Percikan Air Hujan (Rain Splash) dan Semut: Spora bertahan hidup di lapisan serasah daun membusuk di tanah kebun. Percikan air hujan lebat memantulkan spora dari tanah ke buah kakao di batang bagian bawah. Selain air hujan, semut hitam yang bersarang di sela-sela buah turut membawa spora di kakinya dari buah busuk ke buah sehat lainnya.
- Kanker Batang (Canker): Bila miselium Phytophthora dari tangkai buah menjalar masuk ke dalam kulit batang utama, pohon kakao akan mengalami kanker batang yang mengeluarkan cairan lendir kemerahan dan dapat mematikan seluruh pohon secara perlahan.
2. Strategi Pengendalian Agronomis dan Sanitasi Kebun
Tanpa sanitasi lapangan yang disiplin, penyemprotan bahan kimia apa pun akan berakhir sia-sia:
- Pemangkasan Teratur Pohon Penaung dan Kakao: Kebun kakao yang gelap dengan kanopi rapat di atas 80% menciptakan iklim mikro lembap yang sempurna bagi perkembangbiakan jamur. Pangkas pohon penaung dan cabang kakao yang rimbun sehingga kebun mendapat sinar matahari langsung 40-50% dan sirkulasi angin bebas mengeringkan permukaan buah sehabis hujan.
- Sanitasi Petik Buah Busuk: Petik seluruh buah kakao yang terinfeksi bercak cokelat sekecil apa pun setiap minggu. Jangan biarkan buah busuk menggantung di pohon menjadi pabrik spora jutaan zoospora. Benamkan seluruh buah busuk ke dalam lubang tanah sedalam 50 cm lalu timbun dengan tanah dan kapur tohor.
- Teknik Sarungisasi Buah (Kondomisasi): Menyelubungi buah kakao muda berukuran panjang 8-10 cm menggunakan kantong plastik transparan berlubang ventilasi di bagian bawahnya. Plastik bertindak sebagai tameng fisik yang melindungi kulit buah dari percikan zoospora air hujan dan serangan kepik pengisap buah.
3. Aplikasi Proteksi Fungisida Tembaga Kontak
Untuk membentengi buah kakao sehat di puncak musim hujan:
- Semprotkan fungisida berbahan aktif tembaga seperti tembaga hidroksida (copper hydroxide) atau tembaga oksiklorida dengan dosis 2 hingga 3 gram per liter air (sekitar 35 hingga 50 gram per tangki 16 liter).
- Arahkan semprotan langsung ke permukaan buah-buah kakao di batang dan cabang utama. Ion tembaga () yang menyelimuti kulit buah merusak dinding spora Phytophthora yang mencoba berkecambah.
- Lakukan penyemprotan dengan interval 10 hingga 14 hari sekali selama musim hujan lebat berlangsung, dan tambahkan perekat perata tahan hujan agar lapisan pelindung tembaga tidak luntur terbawa air.


