Catatan LapanganInti Sari Pembahasan (Key Takeaways)
- Kanker sitrus disebabkan oleh bakteri Xanthomonas axonopodis pv. citri yang menimbulkan luka gabus menonjol pada daun, ranting, dan kulit buah.
- Ciri khas bercak kanker sitrus adalah adanya lingkaran kuning berminyak (halo kuning) di sekeliling tonjolan luka gabus.
- Serangan hama pengorok daun (Phyllocnistis citrella) menjadi pemicu utama infeksi bakteri karena luka korokan memudahkan bakteri menyusup.
Bercak luka kasar berwarna coklat berkeropeng menyerupai kerak gabus pada kulit buah jeruk nipis, jeruk purut, siam, maupun pamelo adalah tanda nyata serangan penyakit bakteri yang sangat merusak: Kanker Sitrus (Citrus Canker).
Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Xanthomonas axonopodis pv. citri ini menjadi mimpi buruk bagi petani jeruk komersial. Selain merusak nilai estetika buah hingga ditolak oleh pasar swalayan dan pasar ekspor, serangan parah pada ranting muda menyebabkan daun rontok massal, ranting mengering, dan pohon kehilangan kemampuan berbuah lebat.
Banyak petani salah mengira bercak ini sebagai serangan jamur kudis (Elsinoe fawcettii) dan menyemprotkan fungisida biasa, sehingga penyakit tetap menular tak terkendali di seluruh kebun.
1. Mengenali Ciri Khas Kanker Sitrus vs Kudis Jeruk
Agar pengobatan tepat sasaran, petani perlu membedakan bentuk bercak luka pada permukaan daun dan buah jeruk:
- Tonjolan Gabus Berlubang Kawah: Pada daun, bercak kanker sitrus awalnya berupa bintik kecil basah tembus pandang, yang kemudian membesar menjadi tonjolan coklat kasar bertekstur seperti gabus. Di bagian tengah tonjolan sering tampak cekung menyerupai kawah gunung berapi mini.
- Cincin Kuning Berminyak (Yellow Halo): Ciri paling valid dari kanker sitrus adalah adanya lingkaran kuning cerah berminyak yang melingkari setiap bercak luka gabus di daun muda. Ciri halo kuning ini tidak ditemukan pada penyakit kudis biasa.
- Keropeng pada Kulit Buah: Pada buah jeruk, tonjolan gabus pecah-pecah menempel kuat di kulit buah. Meskipun bakteri tidak merusak daging buah bagian dalam, kulit buah yang pecah memudahkan patogen busuk basah menyusup masuk.
2. Hubungan Erat Kanker Sitrus dengan Ulat Pengorok Daun
Bakteri Xanthomonas tidak memiliki organ penembus mekanis untuk melubangi kutikula daun yang tebal dan berlilin. Bakteri ini mutlak membutuhkan luka terbuka atau celah alami stomata:
- Liku-Liku Korokan Hama Liriomyza / Phyllocnistis: Ulat pengorok daun (Phyllocnistis citrella) mengikis epidermis daun muda, meninggalkan jalur korokan putih perak berliku-liku. Jalur luka terbuka ini menjadi “jalan tol” bagi bakteri kanker untuk menyusup masuk ke jaringan parenkim daun.
- Penyebaran Lewat Percikan Hujan Berangin: Bakteri keluar dari luka gabus dalam bentuk lendir pekat saat daun basah kuyup. Tiupan angin kencang bercampur butiran air hujan menyebarkan bakteri dengan cepat ke pohon-pohon di sekitarnya dalam radius puluhan meter.
3. Strategi Pengendalian Terpadu di Kebun Jeruk
- Kendalikan Hama Pengorok Daun Sejak Trubus Muda: Perlindungan paling krusial dilakukan saat pohon jeruk mengeluarkan pucuk daun muda (fase trubus). Semprotkan insektisida berbahan aktif abamektin atau imidakloprid dengan dosis 0,5–1 ml per liter air saat trubus tunas baru sepanjang 1–2 cm untuk mencegah luka gerek ulat.
- Aplikasi Bakterisida Tembaga Protektif: Semprotkan fungisida/bakterisida berbahan aktif Tembaga Hidroksida () atau Tembaga Oksiklorida dengan dosis 2–3 gram per liter air. Ion tembaga () menempel di permukaan daun dan merusak selubung protein sel bakteri sebelum bakteri sempat menginfeksi stomata.
- Sanitasi dan Pemangkasan Ranting Sakit: Pangkas semua ranting kecil dan petik buah yang terinfeksi berat pada musim kemarau. Masukkan sisa pangkasan ke dalam kantung tertutup dan musnahkan dengan cara dibakar. Celupkan gunting pangkas ke dalam larutan pemutih klorin 10% atau alkohol 70% setiap kali berpindah antar pohon.
4. Tindakan Lapangan dan FAQ Petani
Kapan waktu penyemprotan tembaga yang paling efektif untuk melindungi buah?
Penyemprotan senyawa tembaga pelindung paling krusial dilakukan sebanyak 2 hingga 3 kali: pertama saat kelopak bunga gugur dan buah muda berukuran sebesar kelereng, kedua saat buah berdiameter 2–3 cm, dan ketiga saat curah hujan tinggi terus berulang. Pada fase buah muda inilah lentisel kulit buah sangat peka terhadap infeksi bakteri.
Apakah daun yang sudah berbintik gabus bisa sembuh dan mulus kembali?
Tidak bisa. Jaringan sel daun yang sudah berkeropeng telah mati dan membentuk jaringan gabus permanen. Penyemprotan bakterisida bertujuan untuk membunuh koloni bakteri aktif di atas permukaan luka dan membentuk lapisan pelindung agar kuman tidak menulari daun muda dan buah baru yang sedang tumbuh.


