Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Mengatasi Penyakit Kudis Kulit Jeruk (Elsinoe): Bintik Kutil Kasar pada Buah

Panduan menyembuhkan penyakit kudis jeruk Elsinoe fawcettii pembuat kutil gabus kasar pada kulit buah dengan fungisida tembaga dan pemangkasan.

Oleh Arif PrabowoTerbit 4 menit bacajeruk
Ilustrasi jeruk: Mengatasi Penyakit Kudis Kulit Jeruk (Elsinoe): Bintik Kutil Kasar pada Buah
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.

Bagi petani jeruk—baik jeruk siam madu, keprok, nipis, maupun jeruk purut—penyakit kulit yang paling sering menjatuhkan kelas mutu panen dari kualitas super menjadi kualitas afkir adalah Penyakit Kudis Jeruk (Citrus Scab).

Disebabkan oleh jamur patogen Elsinoe fawcettii (stadium aseksual Sphaceloma fawcettii), penyakit ini menyerang lembaran daun muda, ranting tunas, dan kulit buah jeruk muda. Gejalanya ditandai dengan munculnya tonjolan bintik-bintik kutil kasar berwarna coklat kekuningan seperti gabus atau kerak parutan kelapa kering.

Meskipun bagian dalam bulir daging buah jeruk tetap manis dan tidak membusuk, kulit buah yang dipenuhi kerak kutil kasar membuat penampilan buah jeruk menjadi sangat buruk rupa, ditolak oleh supermarket modern, dan dihargai sangat murah di pasar becek.

Catatan Lapangan

Inti Sari Pembahasan (Key Takeaways)

  • Jamur kudis jeruk hanya mampu menginfeksi jaringan muda yang sedang aktif tumbuh (daun muda dan pentil buah di bawah umur 2 bulan).
  • Spora jamur menyebar cepat melalui percikan tetesan air hujan saat musim penghujan yang basah.
  • Kunci perlindungan bertumpu pada penyemprotan pelindung fungisida tembaga tepat saat 70% kelopak bunga gugur dan pemangkasan tunas air.

Gejala Khas Penyakit Kudis Jeruk di Lapangan

Membedakan kudis jamur dengan penyakit kanker bakteri (citrus canker) sangat penting:

  • Tonjolan Kutil Gabus di Permukaan Daun: Muncul kutil-kutil kecil timbul yang menonjol keluar di permukaan bawah daun. Bagian permukaan atas daun tepat di atas kutil tampak melekuk ke dalam membentuk cekungan mangkok. Daun terpilin keriting kaku dan pertumbuhan ranting pucuk terhambat.
  • Kerak Kasar Berwarna Coklat Gabus pada Kulit Buah: Pada buah jeruk muda, tonjolan kutil saling menyatu membentuk lapisan kerak gabus tebal yang kasar saat diraba dengan telapak tangan.
  • Perbedaan dengan Kanker Jeruk: Pada penyakit kudis jamur (Elsinoe), bintik kutil TIDAK memiliki lingkaran cincin kuning berminyak (halo), sedangkan pada kanker bakteri lingkaran kuning berminyak selalu terlihat jelas mengelilingi luka.

3 Protokol Agronomi Mengamankan Buah Jeruk Mulus Super

1. Waktu Semprot Perlindungan Kritis (Fase Gugur Kelopak Bunga)

Jaringan kulit buah jeruk hanya rentan terhadap spora kudis selama 6 sampai 8 pekan pertama setelah bunga mekar. Begitu buah jeruk membesar seukuran bola bekel, kulit buah telah membentuk lapisan lilin pelindung alami yang kebal terhadap infeksi:

  • Penyemprotan Pertama: Lakukan penyemprotan fungisida tembaga tepat saat 70% kelopak bunga mekar gugur dan pentil buah muda mulai terlihat.
  • Penyemprotan Kedua: Ulangi 14 hari kemudian saat pentil buah jeruk berukuran sebesar kelereng untuk memastikan seluruh permukaan kulit buah muda terselimuti lapisan pelindung ion tembaga.

2. Pangkas Cabang Rimbun dan Tunas Liar di Tengah Tajuk

Jamur kudis berkembang biak di cabang-cabang yang lembap dan ternaungi dari sinar matahari:

  • Pangkas ranting-ranting kering yang mati dan tunas air (wiwil) yang tumbuh rapat di dalam tajuk pohon jeruk.
  • Pertahankan bentuk tajuk terbuka agar angin leluasa berhembus mengeringkan helai daun jeruk dalam tempo kurang dari 2 jam setelah hujan reda.

3. Sanitasi Ranting dan Daun Terinfeksi

Setiap kali melakukan pemangkasan, kumpulkan seluruh ranting dan daun yang dipenuhi kerak kutil, lalu bakar atau kubur jauh dari area kebun. Jangan biarkan serasah ranting berpenyakit berserakan di bawah piringan pohon karena percikan air hujan dari tanah akan memantulkan spora kembali naik ke tajuk atas.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apakah buah jeruk yang kulitnya berkudis aman dikonsumsi manusia?
Sangat aman 100%. Infeksi jamur Elsinoe fawcettii murni terbatas pada lapisan kulit luar (flavedo) dan tidak pernah menembus ke dalam kantong bulir sari buah. Rasanya tetap manis segar alami, namun nilainya jatuh di pasar karena penurunan estetika kulit luar.

2. Jenis fungisida apa yang paling ampuh menahan serangan kudis jeruk?
Fungisida kontak golongan tembaga (seperti tembaga hidroksida, tembaga oksiklorida, atau tembaga sulfat / bubur bordeaux) adalah standar emas dunia dalam mengendalikan jamur kudis jeruk karena tidak menimbulkan risiko resistensi patogen.

3. Mengapa tanaman jeruk nipis dan jeruk purut lebih mudah terkena kudis dibanding jeruk manis?
Jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan jeruk purut secara genetik memiliki kerentanan jaringan epidermis yang lebih tinggi terhadap jamur Elsinoe dibanding jeruk manis (Citrus sinensis). Kebun jeruk purut memerlukan perlindungan semprot tembaga lebih rutin sejak masa pembentukan tunas muda.

Langkah berikutnya di lahan

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk untuk jeruk

Produk lain: KojienBENSUSaratoga

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.