Lewati ke konten utama
AgritaniPortal Pertanian

Teknik Degreening Buah Jeruk: Ubah Kulit Hijau Menjadi Oranye Menawan

Cara kerja proses degreening buah jeruk menggunakan gas etilen konsentrasi rendah: merombak klorofil kulit tanpa merusak rasa manis daging buah.

Oleh Arif PrabowoTerbit 4 menit bacajeruk
Ilustrasi jeruk: Teknik Degreening Buah Jeruk: Ubah Kulit Hijau Menjadi Oranye Menawan
Foto ilustrasi, bukan dokumentasi kasus di artikel ini.
Catatan Lapangan

Inti Sari Pembahasan (Key Takeaways)

  1. Jeruk tropis dataran rendah sering tetap berkulit hijau kusam meski daging buah di dalamnya sudah matang manis sempurna.
  2. Degreening adalah proses pasca panen terkontrol menggunakan gas etilen dosis rendah (1–5 ppm) untuk membongkar klorofil kulit buah.
  3. Menyingkap pigmen alami karotenoid (oranye) dan xantofil (kuning) pada kulit buah tanpa mengubah rasa manis dan keasaman internal.

Di pasar swalayan dan gerai buah modern, konsumen sering kali enggan membeli jeruk lokal tropis (seperti jeruk Siam atau Keprok) yang berkulit hijau kusam, dan lebih memilih membeli jeruk impor dari China atau Australia yang berwarna kuning keemasan atau oranye cerah menyala. Padahal ketika dicicipi, daging buah jeruk lokal tersebut sudah matang sempurna dengan cita rasa manis legit yang sangat segar.

Mengapa jeruk di negara subtropis bisa berkulit oranye menyala di pohon, sementara jeruk di iklim tropis Indonesia sering tetap berwarna hijau tua meski sudah matang?

Jawabannya murni faktor agroklimat temperatur malam hari. Untuk mengatasi kesenjangan visual yang merugikan petani lokal ini, teknologi pasca panen menghadirkan solusi ilmiah yang disebut Teknik Degreening Buah Jeruk.

1. Rahasia Sains: Mengapa Jeruk Tropis Tetap Berwarna Hijau?

Sintesis pigmen pada kulit buah jeruk dikendalikan oleh suhu udara lingkungan menjelang panen:

  1. Peran Suhu Dingin Malam Hari di Subtropis: Di negara beriklim subtropis, suhu udara malam hari menjelang musim gugur anjlok di bawah 15 derajat Celsius. Suhu dingin ini secara alami menonaktifkan sintesis pigmen hijau klorofil dan memicu ekspresi gen pembentuk pigmen Karotenoid (oranye) dan Xantofil (kuning).
  2. Kondisi Hangat Tropis Indonesia: Di dataran rendah tropis nusantara, suhu udara malam hari tetap hangat berkisar antara 22 hingga 26 derajat Celsius. Suhu hangat ini menjaga sel-sel kulit jeruk terus memproduksi klorofil hijau, menyembunyikan pigmen oranye yang sebenarnya sudah terbentuk di bawah lapisan kulit luar.
  3. Mitos Salah Kaprah: Banyak konsumen mengira jeruk berkulit hijau adalah jeruk mentah masam. Kenyataannya, tingkat kemasakan daging buah (rasio gula-asam) berjalan independen dan tidak terpengaruh oleh warna kulit luarnya.

2. Mekanisme Kerja Ruang Degreening Gas Etilen

Degreening bukanlah proses pewarnaan kimiawi buatan (bukan menggunakan zat pewarna tekstil). Degreening adalah stimulasi fisiologis terkontrol untuk mempercepat proses alami perombakan klorofil:

  • Buah jeruk matang dimasukkan ke dalam ruangan tertutup kedap udara yang dialiri Gas Etilen Alami berkonsentrasi sangat rendah, yaitu 1 hingga 5 ppm (parts per million).
  • Gas etilen merangsang sintesis enzim klorofilase di dalam sel kulit buah jeruk. Enzim ini secara selektif membongkar cincin molekul hijau klorofil hingga lisis tak berwarna, membuka tabir pigmen karotenoid alami yang selama ini tertutup.
  • Hasilnya: Dalam tempo 48 hingga 72 jam, kulit buah jeruk berubah warna serempak menjadi kuning keemasan cerah atau oranye memikat yang bernilai estetika tinggi laksana jeruk impor.

3. Empat Parameter Kritis Ruang Degreening yang Wajib Dikunci

Proses degreening menuntut pengawasan parameter lingkungan yang sangat presisi agar buah tidak mengalami kebusukan dini:

  1. Konsentrasi Gas Etilen Stabil (2–5 ppm): Dosis etilen tidak boleh berlebih. Konsentrasi di atas 10 ppm justru akan memicu penuaan dini pada kelopak tangkai buah (calyx) menjadi kering hitam rontok (button drop).
  2. Temperatur Udara Ruangan (20°C – 25°C): Suhu optimal perombakan klorofil berada pada kisaran 22 derajat Celsius. Suhu di atas 28 derajat Celsius akan menghambat kerja enzim pemecah klorofil.
  3. Kelembapan Relatif Udara Sangat Tinggi (RH 90–95%): Karena kulit buah jeruk rentan kehilangan air, kelembapan ruangan wajib dijaga sangat basah menggunakan alat pengabut uap air (humidifier) agar kulit buah tetap kencang licin dan tidak keriput.
  4. Ventilasi Sirkulasi Udara Berkala: Respirasi buah di dalam ruangan tertutup melepaskan gas karbon dioksida (CO2CO_2). Jika kadar gas CO2CO_2 menumpuk di atas 0,5%, kerja gas etilen akan terblokir total. Lakukan penggelontoran udara segar (aerasi ventilasi) selama 10 menit setiap 4 jam sekali.

4. Tindakan Lapangan dan FAQ Pasca Panen Jeruk

Apakah proses degreening membuat daging buah jeruk menjadi lebih manis?
Sama sekali tidak. Buah jeruk tergolong ke dalam kelompok buah non-klimakterik. Artinya, setelah dipetik dari pohon, daging buah jeruk tidak mengalami peningkatan kadar gula sama sekali. Oleh karena itu, syarat mutlak buah yang boleh dimasukkan ke dalam ruang degreening adalah buah yang sudah memenuhi standar matang manis di pohon (kadar padatan terlarut minimal 10% Brix dan rasio gula-asam di atas 8:1). Jangan pernah men-degreening buah mentah masam!

Rujukan ilmiah untuk artikel ini sedang dilengkapi.

Tentang penulis

Arif Prabowo · Konsultan Pertanian Senior

Lebih dari 8 tahun di bidang pertanian dan riset; kini sales dan konsultan produk Agritani.

WhatsApp Agritani (membuka tab baru)Lihat profil

Produk untuk jeruk

Produk lain: KojienBENSUSaratoga

Ikuti selalu dosis pada label kemasan.